TAKENGON-LintasGAYO.co : Maharadi, aktivis anti korupsi Aceh, menuntut pihak Kepolisian Daerah (Polda) Aceh untuk segera menetapkan tersangka dalam kasus ambruknya Rumah Sakit Regional Aceh Tengah pada 4 November 2022 silam
“Proses penyelidikan yang telah berjalan begitu lama tanpa kejelasan telah memunculkan banyak pertanyaan dari masyarakat,” kata Maharadi kepada AJNN, Senin, 28 Agustus 2023.
Menurut Maharadi, ambruknya bagian depan dari RS Regional itu menjadi sorotan utama masyarakat.
“Dengan adanya sorotan masyarakat, seharusnya pihak kepolisian bisa bertindak lebih tegas, transparan dan cepat dalam penetapan tersangka,” ujar Maharadi
Maharadi mengatakan, Polda Aceh telah membentuk Tim Khusus (Timsus) yang bertugas mengungkap penyebab pasti dari ambruknya RS Regional tersebut.
Pembentukan tim ini menurut Maharadi, merupakan langkah untuk menjawab kebutuhan akan kecepatan dan keakuratan dalam proses penyelidikan.
“Tim ini tak hanya terdiri dari anggota kepolisian, namun juga melibatkan tim ahli yang diambil dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dan Politeknik Negeri Lhokseumawe,” kata Maharadi
Dengan adanya Tim ini, dan Tim telah melakukan investigasi lapangan terkait robohnya RS itu, masyarakat semakin menuntut agar hasil penyelidikan diumumkan segera
Keterlibatan tim ahli ini memberikan harapan bahwa hasil penyelidikan akan lebih akurat dan transparan.
“Oleh karena itu, tuntutan atas kecepatan, keakuratan, dan keterbukaan dalam proses penyelidikan ini semakin mendesak.” ujar Maharadi.
Seperti diketahui Tim Khusus Polda Aceh telah melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.
Walaupun belum ada penetapan tersangka, salah seorang rekanan telah mengembalikan uang yang terindikasi sebagai kerugian negara. Jumlah uang yang dikembalikan tersebut adalah Rp270.
Polda Aceh menyebutkan uang tersebut merupakan barang bukti dalam kasus tersebut.
[Red]





