Bebani Keuangan Daerah, Bupati Sarkawi Harus Koreksi Rombongan Pejabat yang Akan Berangkat Ke NTT

oleh

REDELONG-LintasGAYO.co : Malam anugerah Pesona Indonesia (API) 2020 akan digelar di Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dua objek dari Kabupaten Bener Meriah masuk 3 besar nominator peraih anugerah tersebut, yakni Tugu Radio Rimba Raya dan Damaran Baru Ecovillage.

Direktur Ramung Institute, Walada Yoga, Rabu 31 Maret 2021 mengatakan, penyerahan anugerah tersebut akan berlangsung pada 9 April 2021 di Inaya Bay Komodo, Labuhan Bajo, NTT.

“Informasi yang kita terima, rombongan dari Bener Meriah yang akan pergi ke acara tersebut sedikitnya 25 orang. Ini tentu menjadi perhatian kita dan saya nilai kurang wajar,” katanya.

“Kita dapat kabar rombongan keberangkatan sudah dipersiapkan dan sudah mengurus segala kebutuhan selama di NTT mulai dari keberangkatan sampai tiba dilokasi,” tambahnya.

Waladan mengatakan, terlalu naif jika hanya menerima anugerah tersebut rombongan yang berangkat harus sebanyak itu. “Itu sangat boros, dan membebani keuangan daerah. Bupati Sarkawi harus koreksi sebelum menjadi temuan,” tegasnya.

Belum lagi kata Waladan, pandemi Covid-19 belum usai dan itu yang selalu digembar-gemborkan pemerintah saat ini.

“Haruskan di tengah pandemi ini yang berangkat sebanyak itu? Terus sumber dananya dari mana?” Tanya Waladan.

Waladan tak mempersoalkan jika yang dibawa dalam menerima anugerah tersebut adalah pelaku objek yang masuk nominator.

“Kita tahu, bagaimana ranger wanita yang menjaga ekosistem Damaran Baru begitu juga pengelola Tugu Radio Rimba Raya, jika mereka yang berangkat itu sah-sah saja. Namun, jika kebanyakan pejabat itu yang menjadi soal,” terangnya.

Ia pun mempertanyakan urgensi apa yang akan diraih oleh Bener Meriah dengan rombongan yang banyak tersebut. “Masih ada waktu buat Bupati Sarkawi mengkoreksi kembali siapa-siapa yang berangkat itu. Jangan terlalu berpoya-poya dengan uang rakyat,” kata Waladan.

“Bukannya kita melarang, saran kita cukup yang berkaitan langsung dengan kegiatan saja yang berangkat, minsalnya tidak harus menyertakan istri-istri untuk ikut serta ke Labuhan Bajo, NTT, karena situasi juga sedang sulit apalagi ditengah pandemi Covid-19,” timpalnya.

[Darmawan]

Comments

comments