Pernyataan Malik Mahmud Seperti Orang yang Tengah Frustasi

oleh

Oleh : Fery Yanto*

ALA memang belum terwujud, tapi, perjuangan ALA terus ada, meski sudah beberapa generasi terus berjuang. Berjuang memang tidak semudah itu, tidak seperti membalikkan telapak tangan, namun perjuanhan ALA terus akan ada, meski tidak lahir dimasa kita, tapi semakin lama ALA itu akan semakin dibicarakan, dikaji dan diperjuangkan.

Frustasinya Malik Mahmud adalah pertanda, pekikan pejuang ALA semakin didengar, meski dengan suara yang sangat pelan dan lembut. Artinya, sudah ada jarak yang terpotong bagi pejuang ALA.

Terkait : Malik Mahmud Sebut Pemekaran Provinsi Aceh Tindakan Bodoh dan Tak Mengerti Sejarah

ALA itu pasti akan terwujud, cepat atau lambat. Sebagaimana dahulu, pejuang kemerdekaan Indonesia, berjuang melintasi zaman, butuh waktu ratusan tahun, banyak yang gugur dan syuhada.

Mula-mula perjuangan itu tidak masif, tidak terkinsolidasi, masih narasi-narasi, wacana, konsolidasi, mengorganisir hingga sampai pada perlawanan baik politik dan bersenjata, hingga akhirnya proklamasi tiba. Berjuang tidak semudah itu, tidak seperti menggit cabe, begitu digigit begitu terasa pedasnya.

Semua akan tiba waktunya, ada masanya, masa dimana rakyatnya semakin solid, pemimpin pergerakan semakin gigih, meski itu tidak pada masa kita. Generasi kita pasti akan lebih gigih dan kuat.

Penaklukan konstantinopel misalnya, tembok yang kokoh dan megah itu tidak semua orang mampu melumpuhkannya, 80 abad berjuang, ratusan ribu prajurit telah menjadi syuhada. Hingga tiba pada masanya, di tangan sultan Mahmed-II, Konstantinopel itu menjadi Instanbul.

Artinya apa, perjuangan itu butuh waktu untuk menemukan hasil, estapet-estapet perjuangan terus bergilir. Kemenangan tidak datang dari pejuang yang prustasi dan lemah. Mungkin bukan kita, akan ada masanya, ada generasinya, mungkin bukan kita. Tetaplah berjuang, semampu dan sebisa kita walau hanya dengan do’a.

*Ketua GP-ALA Aceh Tengah

Comments

comments