Lama Terhenti, Besok Pabrik Getah Pinus Isaq Linge Kembali Beroperasi

oleh
Direktur PT Jaya Media Internusa Ika Fitri.

TAKENGON-LintasGAYO.co : Pabrik getah pinus di kawasan Isaq, Kecamatan Linge, Aceh Tengah yang dikelola oleh PT Jaya Media Internusa direncanakan beroperasi, besok Sabtu 6 Februari 2021, setelah sempat terhenti beberapa bulan terakhir.

Direktur PT Jaya Media Internusa, Ika Fitri didampingi Manajer External Relation, Idham, Jum’at 5 Februari 2021 mengatakan, pihaknya telah menyiapkan semua dokumen-dokumen terkait beroperasinya pabrik getah tersebut.

“Selama ini, ada protes dari warga terkait adanya limbah yang mencemari sungai. Dan kita sudah menyiapkan Instalasi Pengolahan Air Limbahnya (IPAL) yang sudah dinilai layak oleh tim ahli,” terang Ika Fitri.

Terkait adanya polusi asap hitam dari mesin pabrik yang juga dikeluhkan oleh warga, juga sudah ditangani dengan baik. “Sebelumnya kita menggunakan bahan bakar batu bara, sekarang kita ganti dengan cangkang sawit yang lebih ramah lingkungan,” terangnya.

Ditanya hasil laboratorium terhadap uji baku mutu air yang sebelumnya dialiri limbah pabrik, Ika menyebutkan berdasarkan uji labotatorim dari Sucofindo Medan, dinyatakan bahwa baku mutu air limbah getah tersebut jauh lebih baik.

“Jadi limbah pabrik getah ini, tidak seperti limbah-limbah industri lainnya. Hasil lab yang kami terima sangat aman untuk ekosistem air,” terangnya.

Ia berharap, dengan beroperasinya pabrik getah ini, tidak ada lagi warga yang komplin. Karena menurutnya, selama ini pabrik yang ia pimpin tersebut juga memakai jasa pekerja lokal sebanyak 95 persen.

“Terkait ada yang beranggapan adanya tenaga kerja asing (TKA) saya katakan itu benar, tapi bukan untuk pekerja, melainkan mereka datang sebagai tenaga ahli dari mesin yang kita beli dari China,” katanya.

“Biasanya, setiap kita beli mesin dari China maka akan disertakan tenaga ahlinya juga. Setelah nanti, mesin sudah terinstal dengan baik dan transfer teknologi ke tenaga kerja lokal sudah terjadi, maka mereka akan pulang,” tambahnya.

Transfer teknologi ini kata dia lagi, menjadi sangat penting bagi tenaga kerja lokal, seperti yang diutarakan oleh Bupati Aceh Tengah saat meninjau sejumlah sarana dan prasarana di pabrik beberapa waktu lalu.

“Jadi pak Bupati harap kepada kami, ada transfer teknologi bagi masyarakat kita. Agar ke depan ada warga Aceh Tengah yang menjadi ahli dari mesin pabrik getah ini,” demikian Ika Fitri.

[Darmawan]

Comments

comments