Gelar Exotic, Santri Dayah Insan Qur’ani Diminta Aktif Menulis

oleh

Banda Aceh-LintasGAYO.co : Organisasi Santri Dayah Insan Qurani (OSDIQ) menggelar Extracurricular, Sports, and Journalism Competition (Exotic) perdana pada Jumat (23/10/2020) malam. Kegiatan akan diisi dengan aneka perlombaan olahraga, kesenian dan jurnalistik.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Pimpinan Dayah Ustaz Muzakkir Zulkifli, S. Ag, ini dijadwalkan akan berlangsung hingga Minggu (25/10/2020) malam besok.

Rangkaian kegiatan pembukaan diawali dengan penampilan Mars Insan Qurani oleh santri kelas 2 dan Pembacaan Al Quran oleh Muhammad Farisi, santri kelas 3 Tsanawiyah.

Ketua Panitia, Wildan Shafly mengatakan, Exotic merupakan kegiatan yang baru kali ini dilaksanakan di Dayah Insan Qurani. Meski demikian, ia berharap agar santri dapat memanfaatkan event ini sebaik mungkin untuk menunjukkan dan mengasah bakatnya dalam bidang seni, olah raga dan tulis menulis.

“Mudah-mudahan exotic dapat membantu dan memacu kita menemukan jati diri dan menjadikan kita pribadi yang lebih kreatif. Kita pun perlu banyak membaca. Supaya dapat menulis dengan baik,” kata Wildan.

Pimpinan Dayah Insan Qurani, Ustaz Muzakkir Zulkifli dalam amanatnya saat membuka kegiatan berharap acara exotic dapat melahirkan ide-ide kreatif seperti yang diutarakan ketua panitia.

“Saya telah lama memancing nuansa ilmiah agar lebih terasa hadir di dayah kita. Alhamdulillah pelan-pelan terus meningkat dan kini lahir Exotic, event khusus untuk hal tersebut. Mudah-mudahan dapat memancing inspirasi seni, olahraga dan juga dunia menulis santri,” ujarnya.

Muzakkir berharap besar pada upaya pengembangan jurnalistik di Insan Qurani dan meminta ustadz dan ustadzah dapat mengawalnya.

“Kami telah mencanangkan agar santri menulis setiap malam. Kegiatan ini agar dikawal. Saya yakin kalau sudah terbiasa menuliskan ide-ide kecil, insya Allah kelak akan bisa melahirkan ide-ide besar,” tutur Muzakkir.

Menurutnya, peradaban dibangun dengan membaca dan menulis. Semua orang menjadi hebat dikenal karena ada karyanya, seperti di Aceh, Baghdad, Spanyol, dan Andalusia.

“Masa lalu mereka banyak orang hebat. Namun yang tidak menulis tidaklah dikenang oleh orang-orang masa kini. Sedangkan mereka yang meninggalkan karya terus diingat selama karyanya masih dimanfaatkan orang lain,” katanya.

Setelah Exotic berlangsung, Muzakkir berharap para ustaz dan ustazah untuk mengarahkan para santri agar aktif mendiskusikan ilmiah setiap rutin. Diskusi ini dianggap penting, agar melahirkan ide dan kemampuan analisas yang baik.

“Kami berharap setelah ini ustaz dan ustazah agar santri bisa diarahkan dan dibiasakan untuk membuat kelompok-kelompok diskusi ilmiah kecil yang rutin. Agar terbiasa melahirkan ide dan kemampuan analisa dengan baik,” harapnya.

[Ril/DM]


Ikuti channel kami, jangan lupa subscribe :

Comments

comments