Banda Aceh – LintasGayo.co: Sebagai agen perubahan dalam perbaikan dan pengawasan pembagunan, mahasiswa dituntut untuk lebih peka dan kritis dalam mengawal pembangunan di Aceh. Oleh karena itu seluruh mahasiswa di Aceh harus bersama-sama mengawal pembangunan serta menyampaikan kritik yang membangun, supaya pembangunan bisa berjalan dengan baik dan efektif.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat menghadiri audiensi bersama jajaran mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar – Raniry di Cafe Paradigma, Banda Aceh, Minggu, 2 Februari 2020.
“Saya berharap, melalui adik-adik mahasiwa ini bisa menjadi pengawas bagi penguasa, karena penguasa itu tidak lekang dari kekhilafan, maka itu butuh kritikan agar penguasa yang memimpin dapat bergerak dan bekerja dengan semestinya,” kata Nova.
Sebagai Kepala Pemerintahan Aceh Nova kembali menyebutkan apabila dirinya tidak pernah anti terhadap kritik. Justru kritikan menjadi suplemen bagi pemerintah untuk terus berbenah dan bekerja lebih baik lagi, sehingga pembangunan daerah bisa berjalan dengan optimal.
“Tapi sebagai mahasiwa harusnya mengkritik secara santun dengan menggunakan bahasa dan diksi yang baik. Jangan menggunakan bahasa yang kotor dan tidak santun, itu sangat tidak etis,” ujar Nova.
Kepada mahasiswa Nova mengatakan, saat ini Pemerintah Aceh terus berupaya membenahi birokrasi ke arah yang lebih baik lagi. Seperti pemberdayaan dana zakat juga sedang digodok oleh Pemerintah Aceh supaya bisa tepat sasaran dan efektif.
Sama halnya dalam penurunan angka kemiskinan di Aceh, sudah banyak upaya yang dilakukan Pemerintah Aceh dalam menurunkan angka kemiskinan. Seperti memberikan pelatihan vocasi kepada kaum milenial, membangun kerjasama dengan berbagai pihak untuk mendukung peningkatan pendapatan daerah.
“Kita sudah mengirimkan 20 petani Milenial untuk belajar pertanian di Thailand, kita juga sudah bangun kerja sama untuk Blok B, kita juga sudah melakukan pengiriman Crude Palm oil (CPO) melalui pelabuhan kita sendiri di Calang,” sebut Nova.
PLT Gubernur menuturkan, semua itu dilakukan semata-mata untuk meningkatkan martabat rakyat Aceh dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik lagi untuk menuju Aceh sejahtera. []





