BLANGKEJEREN-LintasGAYO.co: USAID-LESTARI bersama Multy Stakeholder Forum Kabupaten Gayo Lues pada Kamis (4/5) pagi kemarin kembali menggelar rapat koordinasi (Rakor) bulanan di Blangkejeren, Gayo Lues.
Rakor ini bertujuan untuk melaporkan kegiatan serta update capaian program yang dikerjakan oleh LESTARI di Gayo Lues. Momen ini juga digunakan untuk evaluasi bersama terhadap progress program serta membahas kendala dan solusi apa yang ditawarkan bersama untuk hasil lebih maksimal di masa berikutnya.
Kegiatan ini dihadiri sebanyak 55 peserta yang diantaranya sejumlah SKPK Gayo Lues seperti Dinas Pangan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, KPH V dan Bappeda yang menjadi leading sector kegiatan ini.
Selain itu turut hadir juga dari P3MD, Forum Masyarakat Uten Leuser (F-Mul), sejumlah Pengulu (Kepala Desa) dari desa pilot project Lestari serta grantee Lestari yaitu Java Learning Center (Javlec) dan InProsula.
Kepala Bidang Keistimewaan Aceh dan Sumber Daya Manusia di BAPPEDA Gayo Lues, Sarifuddin dalam kata sambutannya menyatakan, USAID-LESTARI merupakan mitra Pemda Gayo Lues.
Sarifuddin melanjutkan, Bappeda sebagai pusat perencanaan dan penganggaran daerah wajib tahu semua program yang ada di Gayo Lues agar kerjasama yang dibangun tidak terjadi tumpang tindih program sekaligus memperjelas sumber anggaran.
“Dengan banyaknya mitra yang ikut bekerjasama, kita harapkan pembangunan segala sektor di Gayo Lues dapat tercapai,” harap Sarifuddin.
Sementara itu, Koordinator Landscape Lestari wilayah Kabupaten Aceh Tenggara dan Gayo Lues, Yasser Premana turut mempresentasikan terkait kegiatan baik yang sudah dilakukan, yang sedang berjalan hingga rencana ke depan.
Di tempat yang sama, para peserta mengaku rakor seperti ini sangat memudahkan semua pihak untuk saling mengakses informasi dan membangun koordinasi.
Seperti disampaikan oleh pihak Javlec dan InProsula misalnya, bahwa rakor multy stake holder sangat mendukung proses membangun kemitraan karena semua pihak hadir disini.
“Hal-hal yang sedang diupayakan di Gayo Lues terkait Perhutanan Sosial bisa tersosialisasikan dengan baik di dalam forum ini,” ungkap Koordinator Pendamping Lapangan Javlec Boim.
Di penghujung acara, moderator rapat, Aya mengungkapkan, rakor akan rutin dilaksanakan minimal sebulan sekali demi terbangunnya komunikasi yang lebih baik. (Supri Ariu)




