Imbas Bakso Babi, Pedagang di Bener Meriah Mengeluh

oleh
ilustrasi foto panjimas.com

REDELONG-LintasGAYO.co : Beberapa pedagang bakso di Bener Meriah mengeluh. Pasalnya, sejak beredarnya pemberitaan daging bakso babi di Takengon Aceh Tengah beberapa hari ini omzet penjualan turun drastis.

Di sejumlah warung jualan bakso yang ditanyai LintasGayo.co Rabu 1 Februari 2017, omzet mereka turun drastis.

Sebelumnya, perhari bisa mencapai Rp.600 ribu-Rp.1 juta, namun sejak temuan bakso babi, turun hingga 50 persen.

“Pelanggan kami enggan membeli bakso, kecuali mie pangsit,” ujar pedagang bakso di Kute Tanyung Bener Meriah yang tidak ingin disebut namanya.

Ditanya dari mana sumber bakso yang dibeli selama ini, dia mengaku tidak tau persisnya di Takengon.

“Kami tidak tau asal bakso yang kami jual, yang jelas kami terima dari pedagang yang berkeliling dari Takengon,” ungkapnya polos.

Tunggu Hasil Penyelidikan

Terpisah, Sekda Aceh Tengah, Karimansyah kepada pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takengon mengatakan saat ini sedang menunggu proses penyelidikan lebih lanjut mengenai kasus tersebut.

Akan tetapi pemerintah akan terus meningkatkan pengawasan terhadap obat dan makanan, nanti bekerja sama dengan BPOM di Banda Aceh.

“Ini menjadi pelajaran untuk kita, kita sudah kecolongan, kedepan akan kita tingkatkan lagi pengawasan, untuk kasus ini kita tunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” ujar Sekda disampaikan ketua HMI Takengon, Feri Yanto.

(GM)

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.