
Blangkejeren-LintasGayo.co : Buku kedua penulis gaek Gayo Lues, Syamsuddin Said, kembali terbit. “Alhamdulillah sudah selesai cetak. Hari ini atau besok sudah dikirim ke Gayo Lues,” kata Syamsuddin Said penulis buku Kode Alam di Blangkejeren, Jum’at (11/12/2015).
Buku Kode Alam, terang penulis berusia 81 tahun itu, merupakan himpunan puisi, pantun, jangin (sapat ujung), pepatah-petitih bahasa Gayo, dan falsafah sebagai sumber rujukan hukum adat Gayo, khususnya di Gayo Lues yang masih hidup, sampai sekarang. “Warisan leluhur itu, termasuk melengkan dan pongot sebuku merupakan sastra Gayo yang bukan tidak mungkin pada suatu saat kelak akan punah ditelan zaman. Karenanya, perlu dilestarikan. Paling tidak, jadi bahan dokumentasi sebagai pertanda bahwa urang Gayo dimana saja berada adalah komponen masyarakat berbudaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai seni sastra,” katanya.
Sementara itu, Kode Alam yang jadi judul bukunya, ungkapnya, diambil dari salah satu puisi yang maknanya berasal dari naluri ayam yang menandai lama tidaknya hujan turun, sebagai panduan melanjutkan pekerjaan yang tertunda.
Dilanjutkan wartawan Media Haba Rakyat dan Media NAD tersebut, sebagian besar puisi yang ada dalam buku ini telah dimuat dalam majalah bulanan Lentayon, Media Pemerintah Kabupaten Gayo Lues. “Kenapa judul buku ini diberi judul Kode Alam, yang merupakan kata sandi yang populer pada kalangan pemasang togel. Apakah penulis ingin mengajak pembaca memasang togel secara besar-besaran. Tidak demikian, maksudnya,” sebutnya.
Laki-laki kelahiran 21 Maret 1935 itu, justru ingin merubah paradigma Kode Alam untuk tujuan yang positif. Lewat buku Kode Alam ini, Syamsuddin Said ingin mengingatkan, agar menjauhi segala perbuatan yang tidak berarti dan merugikan diri sendiri.
“Secara pribadi, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Pak Ismail Aman Nir (Anggota DPRK Aceh Tengah), Ibu Amna Zalifa (Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah Aceh Tengah), dan Mahara Publishing yang telah menerbitkan buku kedua saya ini,” tuturnya, sambil menambahkan, “Mohon doanya, semoga tiga buku saya yang lain, Seraya, Teragu, dan otobiografi bisa terbit juga. Sekarang, lagi mengupayakan biaya cetaknya,” katanya.
(AF)





