Sudah 65 Atlit Aceh Lolos ke PON XIX, KONI Beri Bonus Peraih Medali Pra-PON

oleh

Mualem-di-KoniBanda Aceh-LintasGayo.co : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh menyerahkan bonus uang tunai kepada para atlet dan pelatih yang berhasil meraih medali di beberapa ajang Pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) selama tahun 2015 ini. Pemberian bonus yang berlansung di Kantor KONI Aceh diserahkan langsung oleh Ketua Umum KONI Aceh, H. Muzakir Manaf atau Mualem dan Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak,  Aceh serta disaksikan oleh hampir seluruh pengurus harian KONI Aceh.

Perlu diketahui, hingga menuju pertengahan September 2015 Aceh berhasil mengumpulkan enam medali emas, dua perak serta tiga perunggu, dan meloloskan 65 atlet menuju PON XIX Jawa Barat.

Pada Rabu 9 September 2015, Mualem dan Abu Razak menyerahkan langsung bonus untuk atlet dan pelatih, antara lain kepada atlet dan pelatih peraih medali emas cabang menembak beregu yang mendapat uang tunai masing-masing Rp15 juta, peraih medali perunggu cabang menembak beregu Rp5 juta, serta peraih medali emas terjun payung beregu Rp 15 juta, dan atlet atletik peraih medali emas Rp15 juta.

Mualem mengatakan bahwa penyerahan bonus tersebut merupakan realisasi dari komitmen KONI Aceh yang berjanji akan memberikan bonus uang tunai kepada setiap atlet dan pelatih yang mendapatkan medali emas, perak dan perunggu di ajang Pra-PON.

Sebelum penyerahan bonus untuk atlet dan pelatih, Mualem juga memimpin langsung rapat perdana dengan pengurus KONI Aceh yang sebagian mengalami perombakan. Selain diperkenal satu persatu dengan susunan pengurus baru oleh Sekretaris Umum KONI Aceh M. Nasir, pada kesempatan itu Ketua Panitia Pemusatan latihan daerah (Pelatda) Porwil dan Pra-PON juga Bahchtiar Hasan melaporkan perkembangan pelaksanaan Pelatda.

“Sejauh ini ada beberapa cabang  yang sudah selesai mengikuti Pra-PON,” lapor Bachtiar.

Cabang-cabang tersebut adalah, drum band yang mengikuti Pra PON di Medan, Sumatera Utara yang meloloskan 25 atlet menuju PON, dengan peroleh satu medali emas, satu perak dan satu perunggu. Kemudian cabang menembak pada Pra-PON di Jakarta yang meloloskan 14 atlet, juga dengan perolehan satu medali emas, satu perak dan satu perunggu.

Lalu cabang terjun payung di Pra-PON Jawa Barat yang berhasil mendapatkan 18 tiket menuju PON dengan peroleh dua medali emas, satu perak dan dua perunggu. Serta cabang atletik pada Pra-PON di Jakarta yang mendapat dua medali emas, dan cabang golf pada Pra-PON di Jakarta yang meloloskan tiga orang atlet.

“Dalam waktu dekat ini juga akan berlangsung ajan Pra-PON untuk cabang bridge di Batam, serta anggar dan balap sepeda di Bandung,” kata Bachtiar.

Menanggapi laporan tersebut Mualem mengingatkan, baik kepada panitia Pelatda maupun pengurus KONI Aceh yang baru dirombak untuk dapat bertanggungjawab penuh sesuai tugasnya masing-masing. “Jangan ada saling menuding, KONI Aceh harus lebih berjaya di masa kehadapan,” kata Mualem.

Sementara itu Abu Razak mengingatkan agar prestasi yang telah cukup baik selama ajang Pra-PON 2015 dapat terus dipertahankan hingga Porwil dan PON 2016 mendatang. Untuk itu ia menekankan agar kerjasama dan kekompakan yang solid selama ini mutlak harus ditingkatkan. “Jangan sampai kita terlena dengan capaian (Pra-PON) selama ini,” tegas Abu Razak.

Selain menerima laporan pelaksanaan Pelatda dan Pra-PON, Mualem juga menyinggung mengenai pentingnya pembinaan bibit-bibit atlet Aceh berbakat yang ia yakini banyak terdapat di kabupaten/kota seluruh Aceh. “Mana yang berbakat, coba pantau, kemudian kita bina.”

Pada pertemuan itu salah seorang pengurus KONI Aceh mengusulkan agar olahraga Aceh dapat secara intens terlibat pada even-even tingkat internasional. Aceh harus bisa mewakili sendiri dalam kompetisi antar negara sebagaimana yang tengah dijajaki cabang sepakbola untuk bisa ikut terlibat lansung pada kompetisi Asean Football Confederation (AFC).

Usulan tersebut langsung ditanggapi dengan dukungan penuh oleh Mualem, tidak hanya bagi cabang sepakbola, tapi juga bagi cabang-cabang olahraga lainnya. “Untuk menampakkan Aceh di mata dunia. Ini kebanggan kita,” kata Mualem.(SP | Kh)

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.