Penyuluh Latih Poktan Bikin Bokashi

oleh
Bokasi
Masna Manurung (rompi hijau) memandu anggota Poktan Tunes Mude membuat bokashi.

Penyuluh pertanian perempuan bernama Masna Manurung, Jumat (26/12/2014) tidak canggung-canggung untuk turun langsung ke Kampung Mude Nosar Kecamatan Bintang. Di desa yang terletak di pinggir Danau laut Tawar itu, dia memandu anggota kelompok tani (poktan) binaannya membuat pupuk bokashi secara mandiri.

Hal ini untuk menyongsong makin  meningkatnya permintaan pasar terhadap produk pertanian yang 100% organik. Selain karena permintaan pasar, bahan baku pupuk organik cukup tersedia di Kampung Mude Nosar.

Akhir-akhir ini para petani  sudah  mulai meninggalkan pestisida kimia dan pupuk an-organik. Disamping harganya yang terus melambung, mereka mulai memahami bahwa bahan kimia itu dapat membahayakan kesehatan. Sebaliknya, pupuk organik dapat dibuat sendiri dan harganya cukup murah.

Masna Manurung seorang perempuan yang bekerja sebagai penyuluh pertanian di Kecamatan Bintang, terobsesi ingin melatih cara pembuatan pupuk organik. Petani yang akan dilatihnya tergabung dalam Poktan Tunes Mude di  Kampung Mude Nosar Kecamatan Bintang, Aceh Tengah

Pupuk organik itu bernama bokashi. Bahan bakunya sangat sederhana dan mudah ditemukan di Kampung Mude Nosar. Bahan baku bokashi terdiri dari kotoran kambing, kotoran kerbau, kotoran ayam, sekam (dedak) padi, gula merah dengan aktivator yang digunakan adalah EM-4.

Menurut Masna Manurung, dengan penggunaan agensia hayati dan pestisida organik sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh angota poktan binaannya. Salah satunya dapat mengurangi pestisida kimia sampai 50% meskipun dalam cuaca musim hujan seperti sekarang ini (Rel-LG).

 

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.