Salman Yoga; Gayo Kekurangan Penulis

oleh

tmp_17686-PicsArt_1416997785363-2043847312Blangkejeren-LintasGayo.co : Secara umum daerah Gayo umumnya dan Gayo Lues khususnya masih kekurangan penulis, terutama penulis dibidang sejarah dan budaya Gayo, demikian disampaikan Salman Yoga S, salah seorang peneliti sejarah Gayo yang menjadi salah satu narasumber pada Seminar Asal Usul Budaya Gayo di Bale Musara Gayo Lues, Rabu 26 Nopember 2014.

Seingatnya hanya ada seorang penulis sejarah dan budaya dari daerah Gayo Lues yaitu Salim Wahab.

“Pak Salim Wahab yang saya ketahui penulis sejarah dan budaya Gayo, padahal sejarah sangat penting ditulis agar peristiwa yang terjadi tidak lagi simpang siur kebenarannya,” ucap Salman yang juga seorang Redaktur Budaya LintasGayo.co ini.

Dia menilai, perhatian pemerintah di tanoh Gayo kurang dalam hal penulisan sejarah Gayo dan juga membiayai penulisnya.

“Buktinya tidak ada perhatian pemerintah dalam membantu biaya penuh dari sebuah riset dan penulisan sejarah dan budaya Gayo,” ucapnya dihadapan 300 peserta seminar yang berasal dari Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Singkil, Perlak, dan Tanah Karo.

Salman mengibaratkan, orang Aceh setor buah ke Medan hingga 1 Milyar Rupiah per tiga bulannya, tetapi untuk menyumbang dana membuat buku sejarah sangat sulit.

“Buah yang saya maksud silahkan artikan sendiri, intinya ini bukan proyek yang disetor fee nya kepada Pemkab dan DPRK di Gayo, jadi menurut mereka tidak penting karena tidak menguntungkan buat mereka, kalau setor buah ke Medan untungnya kan banyak,” demikian Salman Yoga S mengibaratkan.

(Anuar Syahadat | DM)

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *