Salah Muat Info Saman di Buku Mapel Bahasa Indonesia, Pemkab Gayo Lues sudah Surati Kementerian Terkait

oleh
Bupati Gayo Lues Ibnu Hasim (kiri) dan Wagub Aceh, Muzakir Manaf dengan sertifikat MURI Saman Massal 5005. (LGco_Kha A Zaghlul)
Bupati Gayo Lues Ibnu Hasim (kiri) dan Wagub Aceh, Muzakir Manaf dengan sertifikat MURI Saman Massal 5005. (LGco_Kha A Zaghlul)
Bupati Gayo Lues Ibnu Hasim (kiri) dan Wagub Aceh, Muzakir Manaf dengan sertifikat MURI Saman Massal 5005. (LGco_Kha A Zaghlul)

Blangkejeren-LintasGayo.co : Terkait buku Mata Pelajaran (Mapel) Bahasa Indonesia SMP Kelas VII yang salam memuat foto tari saman, Pemkab Gayo Lues sudah mengirim surat protes kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, demikian disampaikan Bupati Gayo Lues, Ibnu Hasyim kemarin, Selasa 25 Nopember 2014.

Dikatakan surat tersebut berisikan Kementerian harus menarik buku tersebut, karena telah menyesatkan tari Saman yang sudah diakui Unesco sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda.

“Kami menilai ini penyesatan terhadap tari Saman. Tari Saman tidak pernah dimainkan oleh wanita, tapi dalam buku tersebut wanita yang memainkannya,” ucap Ibnu Hasyim.

Ditambahkan, pihaknya telah menarik buku tersebut di Gayo Lues. “Banyak siswa disini mengatakan itu bukan tari Saman, dan foto tersebut salah, siswa saja protes masa Pemerintah diam saja, makanya kita kirim surat ke Kementerian,” ucap Ibnu Hasim yang juga telah mengumumkan hal tersebut diacara pembukaan Saman Massal 5057 orang beberapa hari lalu.

Hingga saat ini pihaknya masih menunggu surat balasan dari Kementarian yang dipimpin Anies Baswedan tersebut. “Kita tunggu saja surat balasan dari Kementerian dulu,” demikian Ibnu Hasim.

(Anuar Syahadat | DM)

Comments

comments