
Banda Aceh-LintasGayo.co: Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi mengatakan, sebanyak 12.313 personil TNI/Polri akan disebarkan ke sejumlah daerah pada Senin, (7/6) pagi, untuk mengamankan 9.508 tempat pemunguatan suara (TPS) yang tersebar di 23 kabupaten-kota di Provinsi Aceh.
“Ribuan pasukan yang bertugas, akan mengamankan pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden,” kata Kapolda di Banda Aceh, Minggu (6/7) kemarin.
Kapolda mengatakan, pasukan yang ditempatkan di 9.308 TPS itu, akan didukung oleh 2.100 personil TNI. Seiring dengan pergeseran pasukan, kata dia, seluruh jajaran Polda Aceh memberlakukan status siaga satu untuk mengawal dan mengamankan pemungutan suara di seluruh TPS-TPS di Aceh.
Dalam kesempatan ini, Kapolda juga meminta seluruh jajaran kepolisian untuk menjalankan tugas secara profesional dan tetap menjunjung tinggi azas netralitas. Polisi, kata dia, telah mendata daerah rawan dan aman. Berdasarkan data yang ada, sekitar 2.937 daerah tergolong rawan.
“Aceh sendiri memiliki 9.508 tempat pemungutan suara, dari jumlah itu 2.485 TPS masuk kategori rawan satu dan 452 rawan dua. Sedangkan TPS aman sebanyak 6.571 tempat. Untuk TPS rawan, tentu pengamanannya berbeda dengan TPS aman. Dari segi jumlah, personel pengaman TPS rawan lebih banyak dari TPS aman,” tambahnya.
Selain pengamanan Pilpres 2014, pada bulan ini aparat Polda Aceh juga melaksanakan dua tugas berat lainnya, yaitu pengamanan kegiatan keagamaan di Bulan Suci Ramadhan dan pengamanan Lebaran 1435 H. Untuk pengamanan Lebaran, Polda Aceh menggelar operasi ketupat yang melibatkan seluruh anggota Polri di jajaran Polda Aceh.
Kapolda mengatakan, untuk pengamanan Ramadhan, jajaran Polda Aceh menyiagakan anggotanya di seluruh masjid. Tindakan ini, kata Kapolda, sudah dilakukan oleh setiap polres dan polsek-polsek di seluruh Aceh, guna menghindari pencurian sepeda motor ketika berlangsungnya ibadah shalat tarawih.
Tak hanya itu, guna mencegah aksi pencurian di rumah warga ketika warga beribadah ke masjid, aparat kepolisian juga meningkatkan patroli rutin, sekaligus menyebarkan sejumlah personel ke lokasi yang dianggap rawan pencurian.
Sementara untuk pengamanan Lebaran, mencakup pengamanan jalur mudik dan balik, pengamanan lingkungan masyarakat, serta objek-objek vital.
“Untuk pengamanan, pelayanan, dan memberi kenyamaan kepada masyarakat yang akan mudik, kita akan membuka pos-pos pelayanan polisi di sepanjang jalur mudik,” kata Kapolda.
Penempatan pos-pos mudik ini, lanjut Kapolda, dibuka di titik-titik yang dinilai rawan kecelakaan, serta untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengguna lalulintas.
Masih terkait dengan dua agenda ini, Polda Aceh juga memfokuskan pengamanan distribusi kebutuhan bahan pokok masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri 1435 Hijriah.
“Kami sudah menginstruksikan jajaran agar memfokuskan pengamanan distribusi kebutuhan bahan pokok, sehingga masyarakat bisa melaksanakan ibadah puasa dan lebaran dengan nyaman dan lancar,” tambah Kapolda.[] beritasatu





