Ini Tips dan Trik Baca Puisi ala Salman Yoga

oleh

 Salman-Yoga-S-dan-peserta-penyuluhan

Takengon – LintasGayo : Membaca puisi berarti membaca sebuah gabungan kata-kata yang bermakna. Demikian dikatakan Salman Yoga S, seorang sastrawan nasional asal Gayo saat menyampaikan materi di Bengkel Sastra dengan peserta siswa dan guru di Aceh Tengah yang digelar di SMP Negheri 5 Pegasing, Selasa 19 Agustus 2013.

Dalam makalahnya, Salman menjelaskan dalam konteks yang berbeda membaca puisi memiliki kolerasi makna yang berbeda dengan pembacaan puisi.  Membaca puisi bukan untuk mengapresiasai, melainkan menangkap makna yang terkandung dalam puisi untuk diri sendiri.

Teks dibaca sebagai kata, frase dan kalimat. Tidak diucapkan secara lisan melainkan ditangkap secara visual aksara kemudian dicerna dalam nalar. Sementara pembacaan puisi dapat diartikan sebagai aktivitas membaca puisi karya penyair lain atau karya sendiri tidak hanya sekadar membaca tetapi dibarengi dengan mengapresiasinya.

“Pembaca puisi yang baik adalah ia yang berhasil menguasai emosi penonton dan menggenggam jiwa penonton dalam pementasannya.”  Tambah Salman yang juga salah satu dosen dari IAIN ar-Raniry Banda Aceh ini.

Ada baiknya memperhatikan tiga tahap penting dalam kegiatan pembacaan puisi di antaranya tahap pra puisi, pembacaan puisi dan pasca baca puisi. Di tahap pra puisi adalah upaya memanfaatkan isu acara yang sedang berlangsung.

Maksudnya si pembaca dapat memanfaatkan perhatian penonton, salah satunya dengan tidak terpaku pada teks. Misalnya diawali dengan menghasilkan bunyi-bunyi atau gerakkan yang dapat membuat penonton teralihkan perhatiannya menuju si pembaca puisi. Dengan teralihnya fokus penonton menuju si pembaca puisi, maka disitulah kesempatan pembaca untuk menggenggam jiwa penonton, menguasai emosi penonton.

Selanjutnya adalah tahap pembacaan puisi yakni tahap di mana si pembaca, dapat dengan baik menyampaikan isi dan pesan puisi kepada si penonton. Diikuti dengan gerak, mimik wajah, intonasi serta pelafalan yang jelas sehingga penonton dapat dengan baik menerima apa yang makna puisi yang ingin disampaikan.

Terakhir adalah tahap pasca baca puisi, yakni si pembaca setelah berhasil membuat penonton ikut terbawa hanyut dalam puisi yang ia bacakan, ia dapat mengakhiri pembacaannya dengan baik pula.

Salman dalam menyampaikan materinya juga menambahkan, bahwa siapapun mempunyai karakter dan ciri dalam setiap berkarya termasuk pembaca puisi. Seperti pembaca puisi profesional yang tiapnya memiliki ciri khasnya masing-masing. Oleh karenanya standar baca puisi tersebut pada dasarnya adalah artikulasi dan penyampaian pesan. Maka janganlah menjadi plagiator ekspresi (meniru gaya orang lain) tetapi jadilah diri sendiri, ciptakan gaya sendiri.

 Penyuluhan yang diprogramkan Balai Bahasa Banda Aceh itu dimulai sejak pukul 09.00 sampai 16.00 Wib tersebut semakin seru, ketika para guru dan beberapa siswa ikut antusias mencoba pembacaan puisi. Beberapa diantaranya bahkan membacakan puisi karangannya sendiri.  Sebagai sastrawan Gayo, Salman berharap semoga terus lahir pembaca-pembaca puisi hebat dari Tanoh Gayo.  (Zuliana Ibrahim)

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.