Stop Bencana bagi Pemilik dan Pecinta Pacuan Kuda Tradisional Gayo

oleh
Ridwan Aman Ivana Zara Zeta. (Foto LG-Aman Renggali)
Ridwan Aman Ivana Zara Zeta. (Foto LG-Aman Renggali)

Takengon – LintasGayo : Salah seorang pemilik dan pencinta pacuan kuda tradisional Gayo, Ridwan Aman Ivana Zara Zeta mengaku kecewa atas kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tengah yang membatalkan even tahunan pacuan kuda tradisional Gayo yang dianggarkan  dalam APBK tahun 2013.

Menurut Aman Ivana, sapaan Ridwan, selayaknya pemerintah tidak membatalkan even kebanggan masyarakat ini secara sepihak, terlebih dikait-kaitkan dengan efek gempa yang menimpa daerah ini pada tanggal 2 Juli yang lalu.

“Even ini perlu, bukan saja sebagai media hiburan dan silaturrahmi bagi masyarakat sejak zaman penjajahan hingga dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan negara RI, tetapi juga sebagai wadah bagi para peternak kuda di Gayo yang sangat menunggu-nunggunya. Ini jelas merupakan sebuah bencana bagi kami”, kata Aman Ivana kepada LintasGayo,  Minggu 11 Agustus 2013 kemarin.

Menurut pemilik sejumlah kuda pacu ini, efek gempa berkekuatan 6,2 sk bulan Juli yang lalu juga berakibat pada rumahnya dan sejumlah saudara-saudaranya yang lain.

“Bencana ini memang sesuatu yang patut membuat kita berduka, tetapi jangan tambah duka kami dengan membatalkan pacuan kuda”, keluhnya.

Lelaki separuh baya ini mengaku seluruh keluarga besarnya adalah pelaku pacuan kuda sejak tahu 1930-an, dan ia sendiri menggantungkan hidup dari beternak kuda.

“Ini bencana kedua bagi kami” kata Aman Ivana. “Pertama bencana dari Allah SWT dan kedua bencana yang sengaja diciptakan oleh pemerintah. Coba anda bayangkan tenaga dan biaya para pemilik kuda untuk menyiapkan kudanya untuk even ini, apakah pemerintah mempunyai pertimbangan dan pemikiran ke arah itu? Saya kira tidak”, katanya kesal.

Mantan joki cilik dan aktor Teater Asa Takengon serta ayah dari Penanto Nate ini mengajak semua pihak baik pemilik dan pecinta kuda pacu Gayo untuk bersabar dan mencari jalan keluar yang baik.

Dengan mengutip dan mengamini usulan Dr. Tapa Gayo yang dirilis oleh media ini (10/8), Aman Ivana mengaku mendukung untuk mengadakan even pacuan kuda tradisional Gayo dengan swadaya.

Bahkan ia juga mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pemilik kuda lainnya di Aceh Tengah. Kata Aman Ivana yang turut berpartisipasi memeriahkan pawai berkuda pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) tahun 2004 dan tahun 2009 ini. (Ama Imen). 

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *