Cara Berbeda “Murungu” di Akhir Ramadhan

oleh

Camera 360Takengon – LintasGayo : Sekelompok anak-anak Belang Bebangka Kecamtan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah, melakukan hal yang berbeda dihari terakhir Ramadhan 1434 H, biasa sejak Ramadhan seperti kebanyakan masyarakat pada umumnya yang menggelar tadarus di mesjid-mesjid dan diakhiri dengan tradisi “Murungu”¬†(membangunkan warga sepeturan kampung dengan berteriak “Tekorek….tekorek”), hal tersebut merupakan tradisi yang telah mendarah daging di Gayo.

Namun, pada akhir Ramadhan, warga anak-anak di Kampung pemekaran dari Kayukul tersebut, melakukan cara yang berdeda, terlihat sekolompok anak-anak berusia remaja, membawa beberapa peralatan bisa mengeluarkan suara ketika dipukul.

Terikan, “tekore…tekorek…tekorek”, menggema disepanjang jalan kampung tersebut, tujuan mereka adalah agar membangunkan warga sekitar dengan bunyi-bunyian sambil berteriak tersebut, hal tersebut mereka lakukan hanya diakhir Ramadhan saja.

“Ini malam terakhir tadarus bang, makanya kami mengambil inisiatid berkeliling kampung”, sebut Lingga, yang dipilih sebagai ketua kelompok, ¬†Rabu (7/8/2013).

Ditambahkannya, kegiatan tersebut mereka rencanakan mengelilingi seluruh batas wilayah kampung mereka. “Ini semua inisiatif kami, kami telah meminta izin kepada Reje, imem dan petua kampung, dan mereka setuju”, pungkasnya

(Darmawan Masri)

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.