Antologi Puisi Empat Negara Segera Diluncurkan

oleh
cover Lentera Sastra

cover Lentera SastraCilegon-LintasGayo: Sebanyak 85 penyair dari empat Negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunai Darussalam akan melanuching antologi puisi “Lentera Sastra” yang akan dilaksanakan pada Sabtu 22 Juni 2013 di Kampung Batu Muda, Batu 4 ½ Jalan Ipoh 51100 Kuala Lumpur Malaysia.

Muhammad Rois Rinaldi, Ketua Komite Sastra Cilegon mengungkapkan, peluncuran karya sastra ini digagas Puisi Bait Kata Suara (PBKS), yakni komunitas yang konsisten pada pergerakan kesusastraan yang diikuti oleh penyair dari berbagai kalangan baik pemula, penyair kenamaan, penikmat, pemerhati dari empat negara yakni, Malaysia, Singapura, Indonesia dan Brunei Darussalam.

Keinginan untuk mendokumentasikan karya-karya para ahli PBKS dalam sebuah buku dengan niat turut menghidupi degup kesusastraan serumpun tentu tidak berlebihan.  Pengumpulan dan penyeleksian puisi dilakukan selama 2 bulan dimulai dari bulan Januari sampai dengan Februari 2013, kemudian diseleksi hingga bulan maret.

Tim kurator yang terdiri dari Mahbub Junaedi (Indonesia), Noor Aisya (Singapura), Kameelia Kameel (Malaysia), dan Muhammad Rois Rinaldi (Indonesia) memiliki spesifikas tersendiri untuk menyeleksi 250 penyair yang mengajukan naskahnya yang kemudian terpilih 85 penyair.

Jika Mahbub Junaedi menitikberatkan pada soal-soal yang sangat dekat dengan kedirian penyair seperti “Suara hati yang murni” dapat diartikan sebagai kejujuran penyair dalam menulis karyanya, “Keindahan”: lebih lekat pada nuansa ruh yang ditangkap dari sebuah teks puisi, “Perlambangan alam”: sesuatu yang membumi—alami dan  Keberanian dalam pengungkapan kata baru yang berbeda dari setiap puisi, yang tidak latah atau pengekor  dan mengandung sentuhan estetika yang murni dari penulisnya.

Berbeda dengan Noor Aisya yang memandang dari segi “Kreativiti” (baca: kreativitas), “Originaliti” (baca: orisinalitas), Estetika, dan “Penyampaian pesan bahasa”.   Hampir senada dengan Mahbub Junaedi, Kameelia Kameel memfokuskan penilaian pada “Pesan yang terkandung dalam puisi serta “Rasa yang menghidupi jiwa saat membacanya”. Sedang Muhammad Rois Rinaldi melihat dari aspek “Orisinalitas & Kebaruan ungkapan”, “Kepaduan & Musikalitas”Ke-intensif-an” , serta “Ruang jelajah puisi

Dalam peluncuran karya sastra ini juga akan dilakukan, bedah buku yang dipercayakan kepada orang-orang yang berkompeten di bidangnya.  Sebut saja bedah buku yang dipercayakan pada Prof. Dr. Sudaryono,M.Pd (Jambi, Indonesia), Djazlam Zainal (Malaysia), dan Muhammad Rois Rinaldi (Cilegon, Indonesia). Selain bedah buku, yang tak kalah menarik pembacaan puisi kolaborasi antara Noor Aisya (Singapura) dan Yatim Ahmad (Sabah), Ezah Noor (Malaysia), Hanne Dz (Malaysia) dan Syarifudin Arifin (Indonesia), Noorjanah MA (Malaysia) dan Adri Sandra (Indonesia), Afik Ikrom Muslimin (Malaysia) dan Oscar Amran (Indonesia).

“Launching Lentera Sastra juga diisi dengan musikalisasi puisi oleh deklamator kenamaan Malaysia, Amran Ibrahim Rashidi,” jelas Rois sambil menambahkan, kegiatan tersebut diigelar di pasar malam, sehingga tidak lagi acara sastra dipandang ekslusif melainkan sudah terbuka untuk umum. Semua yang berada di pasar malam dapat turut menikmati.

Acara ini dapat dilaksanakan berkat kerjasama yang baik antara segenap panitia yang terdiri dari  Comic Comot (Malaysia), Bintang Kartika (Malaysia), Muhammad Rois Rinaldi (Indonesia), Sonny H. Sayangbati (Indonesia), Mahbub Junaedi (Indonesia), Ezah Nor Ismail (Malaysia), Bard Vilanova (Malaysia), Noor Aisya (Singapura), Melinda Nour (Malaysia), Luluk Andrayani (Indonesia), Fahmi Mcsalem (Indonesia) dan Yatim Ahmad (Sabah).

“Semoga kita semua masih dapat menyakini bahwa bukan sebuah keniscayaan ruang-ruang kesusastraan dapat menjadi mediator kebudayaan dan komunikasi sekaligus diamini sebagai salah satu  ruang alternatif bagi kerja-kerja yang tidak saja dapat menstimulus inspirsi dan peluang-peluang silaturahmi, tetapi juga pekat lekat dengan nilai-nilai kesadaran dan kearifan budaya dalam menyikapi hadirnya ragam kultur dan heterogenitas,” jelas Rois.

Dikatakan, ruang yang melahirkan keaneragaman  sekaligus merukunkan kembali negeri serumpun. Lentera Sastra telah lahir dan akan mempersatukan tekad. Tentu berbahagia menyambut kelahirannya.(rilis)

Comments

comments