Disnakkan Aceh Tengah gelar Bimtek Pembenihan Iken Pedih

oleh
Ikan Kebaro yang termasuk golongan ikan Tor yang tertangkap dikawasan Linge - Aceh Tengah
Bintek pembenihan ikan Pedih di Takengon. (Ist)
Bintek pembenihan ikan Pedih di Takengon. (Ist)

Takengon-LintasGAYO.co : Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Aceh Tengah, menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembenihan ikan Pedih (Tor sp) di Takengon, Rabu 2 Juni 2014.

Penyelenggaraan Bimtek Budidaya ikan Pedih ini diselenggarakan atas inisiasi dari rekomendasi hasil penelitian pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia melalui Balai Penelitian Perikanan Perairan Umum (BP3U) Palembang, yang menyatakan bahwa salah satu jenis ikan asli yang paling direkomendasikan untuk dibudidayakan adalah ikan Pedih.

Ikan Pedih disebut oleh masyarakat Gayo dikenal masyarakat secara luas dengan nama Ikan Dewa (Jawa Barat), ikan Semah (Sumatera Selatan), ikan Larangan (Sumatera Barat), ikan Batak (Sumatera Utara) dan ikan Kerling atau ikan Jurong (Aceh). Ikan Pedih sangat bernilai secara ekonomis, dan dapat dibudidayakan dengan teknologi yang terbilang sederhana, hanya saja butuh ketekunan dan ketelatenan untuk mengusahakannya.

Keberadaan ikan Pedih di alam semakin menurun jumlah populasinya, hal tersebut diakibatkan menurunnya kualitas lingkungan, ditambah dengan pola penangkapan dan eksploitasi berlebih tanpa adanya upaya konservasi terhadap ikan-ikan native seperti ikan Tor ini khususnya.

Ikan Kebaro yang termasuk golongan ikan Tor yang tertangkap dikawasan Linge - Aceh Tengah
Ikan Kebaro yang termasuk golongan ikan Tor yang tertangkap dikawasan Linge – Aceh Tengah

Wilayah Aceh Tengah yang memiliki sumberdaya perairan umum yang melimpah seperti danau dan sungai, ternyata menyimpan sumberdaya ikan asli (native) yang beragam.

Menurut penelitian pihak BP3U Palembang golongan ikan tor saja sudah teridentifikasi sebanyak lima jenis ikan dan yang sebangsa dengannya. Jumlah tersebut bisa jadi bisa terus bertambah, seiring dengan terus diadakannya upaya eksplorasi terhadap sumberdaya ikan yang terdapat diwilayah perairan umum Kabupaten Aceh Tengah.

Kegiatan Bimtek budidaya ikan Pedih ini diikuti sebanyak 30 orang peserta yang terdiri dari petugas teknis dari Balai Benih Ikan (BBI) Lukup Badak,  Karyawan di Dinas Peternakan dan Perikanan, Penyuluh Perikanan, masyarakat pembenih ikan dari Unit-unit pembenihan rakyat (UPR) serta penangkar benih alam.

Iken Pedih yang dibudidayakan di Keramba Jaring Apung Danau Lut Tawar
Iken Pedih yang dibudidayakan di Keramba Jaring Apung Danau Lut Tawar

Sebagai narasumber dalam kegiatan Bimtek ini adalah Jojo Subarja dan Sidi Asih, keduanya merupakan peneliti ahli dan praktisi dari Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar (BPPBAT) Sempur – Bogor yang berada dibawah naungan Pusat Penelitian Pengembangan Perikanan Budidaya (P4B) Balai Penelitian dan Pengembangan Perikanan (Balitbangkan) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Adapun tujuan kegiatan Bimtek yang diselenggarakan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Aceh Tengah ini yang bekerjasama dengan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan peserta dalam menguasai teknologi budidaya ikan pedih. Kemudian untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan wawasan peserta tentang sumberdaya perikanan dan kebijaksanaan pemerintah tentang pembangunan perikanan terutama dalam pengembangan ikan asli di Aceh Tengah. (PR/MA).

Comments

comments