Tak Hanya di Bener Meriah, Panic Buying Merambah ke Aceh Tengah : Pemkab Masih Bungkam

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Tak hanya di Kabupaten Bener Meriah, warga di Aceh Tengah juga dilanda panic buying, Rabu 4 Maret 2026.

Panic buying yang terjadi, tak lepas dari penyataan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang menyebut ketahanan energi Indonesia hanya sampai 21 hari saja.

Penyataan itu menyusul, perang antara Iran dan AS serta Israel, dimana Iran kini menutup jalur di Selat Hormuz yang menjadi lalu lintas perdagangan 20 persen minyak dunia.

Kapal tanker Pertamina disebut juga terjabak di Selat Hormuz, tak dapat melintas paska Iran menutup jalur tersebut.

Pantauan, sejumlah SPBU di Aceh Tengah diserbu warga. Antrian panjang tak terhindarkan. Tak hanya BBM, warga juga banyak membeli beras dan kebutuhan lainnya.

Bukan hanya SPBU, Pertamini dipinggiran jalan pun diserbu pembeli, yang membuat situasi di Kabupaten Aceh Tengah, semakin buyar.

Tokoh pemuda di Aceh Tengah, Muhammad Ibnu Akbar menyesalkan hal tersebut. Menurutnya, panic buying yang terjadi lantaran masayarakat tak mendapat informasi resmi dari Pemkab Aceh Tengah.

“Harusnya, Pemkab Aceh Tengah sudah mengeluarkan statement terkait ini. Pesan WA beredar, bahwa pasokan BBM ke SPBU di Aceh Tengah, hanya sampai hari Jum’at. Pemkab tak boleh diam, segera luruskan informasi itu,” tegas Mamat begitu dia kerap disapa.

Saat panic buying terjadi secara terus menurus, bisa dipastikan Aceh Tengah akan mengalami krisis BBM dan pasokan pangan, lantaran masyarakat mulai menimbun.

“Kondisi tidak baik. Harus ada langkah strategis yang dilakukan pemerintah. Belum selesai trauma bencana terhadap kelangkaan BBM dan bahan pokok sehingga masyarakat panik melakukan pembelian bahan pokok dan BBM,” tandasnya.

[Darmawan]

Comments

comments