Irama Br Sinaga “Jalanilah harimu dengan senyum meski pahit tersenyumlah, sedih tak kan membawamu kemana-mana. Menyerah bukan pilihan, seindah apapun kupu-kupu dulu
Puisi baru Fikar W Eda, Aku Kelud Sinabung Jakarta
AKU KELUD SINABUNG JAKARTA Cipt: fikar w.eda Kelud menyemburkan debu cinta Membentuk payung menutupi langit Jawa Diterbangkan angin ribuan mil jauhnya Mengantar
Puisi Sisca: Bumiku Kini
SISCA ANGGRAINI SARI Bumiku Kini Bumiku gaduh Bumiku berkobar Bumiku tak lagi dingin Beberapa hari ini sempat terdengar kabar itu Yang seakan
Aman-Inen Mayak Kule*
Salman Yoga S JENAH gere murasa seseréngé den sengap ike tengah melem, lagu singe-ngeni gere ipongni sirawan. Sebeb jeb musim berume, Jolung tangkuh
[puisi] Kau Adalah Ombak
Puisi Alvin Karanesa Kau Adalah Ombak Sesaat bersama… Kurindu selalu bersama Karena kita adalah kapal yang berlayar Angin bertiup lembut, gelombang menggoda
[Cerpen] Meja Hijau yang Menggetarkan
Irama BR Sinaga SORE itu Rabu, kampus bagaikan pasar murah. Di kantin, di lobi dan di sela-sela jalan antara kantin dan ruang
[Features] Nyanyian Kayu Mane di Rumoh Aceh
Rahmi SAYA berdiri cukup nyaman hanya untuk melihat tetesan hujan yang menangis semenjak pukul delapan pagi. Langit tebal dan awan hitam
- Sebelumnya
- 1
- …
- 198
- 199
- 200
- …
- 213
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
