Prestasi peneliti Fakultas Kelautan dan Perikanan USK semakin menguat, dengan peringkat 536 dunia pada bidang Fisheries pada 2026. Muchlisin konsisten masuk World Top 2% Scientist 7 tahun berturut-turut (2020 – 2026).
BANDA ACEH-LintasGAYO.co : Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Prof. Dr. Zainal Abidin Muchlisin, S.Pi., M.Sc., Peneliti dan mantan Dekan 2 priode Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala (USK). Berdasarkan data TopSciNet (Stanford University & Elsevier), Prof. Zainal Abidin Muchlisin secara konsisten tercatat dalam kategori Single-Year Top 2% Scientists pada seluruh tahun yang tersedia dalam periode 2020–2026.
Konsistensi tersebut menjadi salah satu capaian penting bagi FKP USK, khususnya dalam menunjukkan eksistensi dan pengaruh penelitian di bidang Fisheries pada tingkat internasional.
Pada Single-Year Data 2026, Prof. Zainal Abidin Muchlisin tercatat berada pada peringkat 536 dunia dalam bidang Fisheries. Posisi tersebut menempatkannya sebagai salah satu dari 5 ilmuwan USK dengan peringkat tertinggi pada tahun 2026.
Prof. Muchlisin adalah salah satu pemerhati dan peneliti yang konsen pada isu-isu kelestarian Danau Lut Tawar, beliau sudah banyak meliti tentang ikan-ikan di Danau Lut Tawar khsususnya ikan Depik dan Ikan kawan, dua jenis ikan endemic di Danau Laut Tawar yang kondisinya terancam dan butuh perhatian.
Konsisten Tercatat Selama 2020–2026
Berdasarkan data TopSciNet yang dihimpun, nama Prof. Zainal Abidin Muchlisin muncul secara konsisten pada setiap tahun yang tersedia dari 2020 hingga 2026.
Perkembangan peringkatnya adalah sebagai berikut:

Data tersebut memperlihatkan adanya dinamika peringkat dari tahun ke tahun, tetapi yang paling penting adalah konsistensi kehadiran Prof. Zainal Abidin Muchlisin dalam daftar selama tujuh tahun berturut-turut berdasarkan data yang tersedia.
Peringkat tertinggi yang tercatat dalam periode tersebut adalah peringkat 483 dunia pada 2022. Setelah itu, ia kembali mencatat posisi yang sangat kuat, yaitu peringkat 532 pada 2024 dan peringkat 536 pada 2026 dalam bidang Fisheries.
Peringkat 536 Dunia pada 2026
Pada tahun 2026, Prof. Zainal Abidin Muchlisin tercatat: World Rank: 536. Posisi tersebut menunjukkan kuatnya kinerja ilmiah pada periode terbaru. Menariknya, ranking 2026 juga relatif stabil dibandingkan 2024 yang berada pada posisi 532.
Jika dibandingkan dengan 2025, ketika berada pada peringkat 681, posisi pada 2026 mengalami perbaikan sebesar 145 peringkat. Dengan demikian, dalam bidang Fisheries, performa Prof. Zainal Abidin Muchlisin pada 2026 kembali menguat setelah sebelumnya berada pada peringkat 681 pada 2025.
Tidak Hanya Single-Year, Muchlisin Juga Masuk Long-Career List
Prestasi Prof. Zainal Abidin Muchlisin tidak berhenti pada kategori kinerja tahunan. Data TopSciNet juga menunjukkan bahwa beliau masuk dalam kategori Long-Career Data.
Pada kategori ini, yang menggambarkan rekam jejak ilmiah jangka panjang, beliau tercatat:

Terjadi peningkatan posisi dari peringkat 1.437 pada 2025 menjadi 1.204 pada 2026, atau membaik sebanyak 233 posisi. Hal ini menjadi capaian penting karena menunjukkan bahwa pengakuan terhadap kontribusi ilmiahnya tidak hanya terlihat pada performa dalam satu tahun, tetapi juga pada rekam jejak penelitian jangka panjang.
Kinerja Single-Year 2026 Lebih Tinggi daripada Long-Career
Data 2026 memperlihatkan perbedaan menarik antara dua kategori tersebut.
Dalam Single-Year, Prof. Zainal Abidin Muchlisin berada pada: peringkat 536 dunia – Fisheries
Sedangkan dalam Long-Career, berada pada: peringkat 1.204 dunia – Fisheries
Dengan demikian, posisi berdasarkan kinerja Single-Year 2026 lebih tinggi dibandingkan posisi berdasarkan rekam jejak jangka panjang.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa kategori Single-Year dan Long-Career memiliki perspektif penilaian yang berbeda. Single-Year lebih merefleksikan performa pada periode tertentu, sedangkan Long-Career menggambarkan akumulasi rekam jejak ilmiah sepanjang karier.
Kontribusi bagi Reputasi Fakultas Kelautan dan Perikanan
Bagi Fakultas Kelautan dan Perikanan USK, capaian tersebut memiliki arti strategis. Bidang Fisheries merupakan salah satu bidang yang secara konsisten muncul dalam perjalanan ranking Prof. Zainal Abidin Muchlisin. Keberadaan seorang peneliti FKP dalam daftar ilmuwan dengan pengaruh penelitian tingkat dunia dapat memperkuat visibilitas internasional FKP USK.
Capaian tersebut juga menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan oleh sivitas akademika FKP memiliki peluang untuk memberikan kontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan perikanan secara global.
Hal ini relevan dengan posisi Aceh yang memiliki sumber daya perairan laut dan darat yang sangat besar serta berbagai persoalan pengelolaan sumber daya perikanan yang membutuhkan dukungan penelitian ilmiah.
Dari Aceh untuk Dunia
Konsistensi Prof. Zainal Abidin Muchlisin dalam daftar TopSciNet selama tujuh tahun menjadi gambaran bahwa penelitian yang dilakukan di lingkungan FKP USK mampu memperoleh visibilitas di tingkat internasional.Prestasi tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi sivitas akademika FKP untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, publikasi internasional, kolaborasi riset, serta kontribusi ilmiah dalam bidang kelautan dan perikanan.
Keberadaan ilmuwan dengan rekam jejak internasional juga dapat menjadi salah satu modal penting dalam membangun jejaring penelitian dengan perguruan tinggi dan lembaga riset di berbagai negara.
Tujuh Tahun Konsisten di Panggung Ilmiah Internasional
Secara keseluruhan, data yang tersedia memberikan gambaran perjalanan yang menarik. Meskipun peringkat mengalami fluktuasi, posisi Prof. Zainal Abidin Muchlisin tetap berada dalam daftar setiap tahun yang tersedia. Pada saat yang sama, dua tahun terakhir juga menunjukkan capaian yang kuat: 536 dunia pada Single-Year 2026 dan 1.204 dunia pada Long-Career 2026.
Penutup
Capaian Prof. Dr. Zainal Abidin Muchlisin sebagai ilmuwan yang secara konsisten tercatat dalam TopSciNet selama 2020–2026 menjadi prestasi yang membanggakan bagi Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala.
Lebih dari sekadar peringkat, konsistensi tersebut mencerminkan keberlanjutan kontribusi ilmiah seorang peneliti dari Aceh dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya bidang perikanan. Pada 2026, pencapaian tersebut semakin diperkuat dengan peringkat 536 dunia dalam bidang Fisheries pada kategori Single-Year serta peringkat 1.204 pada kategori Long-Career.
Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi dosen dan peneliti FKP USK untuk terus menghasilkan penelitian berkualitas, memperluas kolaborasi internasional, dan meningkatkan kontribusi ilmu pengetahuan bagi pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.
Sumber:






