Pendamping PKH Sukses Jaring Empat Calon Siswa Menuju Sekolah Rakyat

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Kamis, 30 Juli 2026 Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Aceh Tengah berhasil menjaring 4 calon siswa untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Aceh Besar.

Keempat siswa tersebut berasal dari keluarga kurang mampu yang terdata sebagai Desil 1 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Keempat calon siswa berasal dari 4 kecamatan berbeda di Kabupaten Aceh Tengah, yaitu dari Kecamatan Kebayakan, Silih Nara, Kute Panang dan Bintang.

Proses penjaringan dilakukan melalui pendataan, verifikasi, dan pendampingan intensif oleh para pendamping yang bertugas di wilayah dampingan masing – masing.

“Alhamdulillah, hasil kerja keras para pendamping PKH membuahkan hasil. Kami berhasil mengidentifikasi dan mengusulkan 4 anak terbaik dari keluarga penerima manfaat PKH untuk mendapatkan kesempatan emas bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Aceh, Jenjang SMA 3 siswa dan Jenjang SMP 1 siswa,” ujar Arfendi selaku Ketua tim PKH Kabupaten Aceh Tengah.

Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis dan berasrama yang diinisisasi oleh pemerintah Indonesia khusus untuk anak-anak dari keluaga miskin dan prasejahtera yang bertujuan memutus rantai kemiskinan dan memberikan akses belajar setara mulai dari SD hingga SMA .

Seluruh kebutuhan siswa mulai dari biaya pendidikan, asrama, makan, seragam, hingga perlengkapan belajar ditanggung penuh oleh negara.

Para calon siswa yang terjaring nantinya akan mengikuti pendidikan dengan sistem full day school dan berasrama, dengan kurikulum akademik, penguatan karakter, serta keterampilan.

Salah satu orang tua calon siswa dari kecamatan Kebayakan Muhammad menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas program sekolah rakyat tersebut.

“Kami tidak menyangka anak kami bisa dapat kesempatan sekolah gratis sampai tamat. Terima kasih kepada Pendamping PKH dan Pemerintah yang sudah peduli dengan anak kami, jujur kalau tidak ada sekolah rakyat anak saya akan putus sekolah. Karna sekolah harus ada kereta, sedangkan untuk jajan lima ribu pun susah,” ungkapnya.

Dalam pelepasan keberangkatan keempat siswa tersebut turut di dampingi oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan Jaminan Sosial, Isma Sawitri, SKM., M. Kes.

Dalam suasana haru beliau mengatakan kepada para siswa untuk bisa mengaharumkan nama daerah dengar mengukir prestasi dan mewujudkan cita-cita yang tinggi.

Ia juga meminta kepada semua pihak untuk mendoakan agar di Aceh Tengah juga bisa di bangun Sekolah Rakyat yang wacananya akan dibangun di wilayah Kecamatan Pegasing.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata peran strategis Pendamping PKH dalam menjembatani akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu di Aceh Tengah. Diharapkan ke depan jumlah siswa dari Aceh Tengah yang diterima di Sekolah Rakyat akan terus bertambah. [SP/ZR]

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.