Kelangkaan BBM Picu Antrean Panjang, Seven Usul Tambah Kuota dan Jalur Khusus Truk

oleh

TAKENGON – Anggota DPRK Aceh Tengah Seven Cebro Kobat, meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bersama Pertamina segera mengambil langkah cepat dan terukur untuk mengatasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Aceh Tengah.

Menurut Seven, kelangkaan BBM tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak besar terhadap sektor transportasi, pertanian, perdagangan, hingga pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tengah pada akhir tahun 2025 lalu.

“Saya berharap hasil rapat tersebut segera diwujudkan dalam langkah terbaik dengan Organda, agar masyarakat tidak terus-menerus dirugikan,” ujar Seven, Senin 18 Mei 2026.

Ia mengatakan, antrean panjang yang terjadi hampir setiap hari telah menyita waktu dan tenaga masyarakat.

Bahkan, tidak sedikit sopir angkutan barang dan orang yang harus menginap di SPBU demi mendapatkan BBM.

“Kondisi ini tentu memprihatinkan. Kita baru saja berupaya bangkit dari dampak bencana hidrometeorologi, jangan sampai masyarakat kembali terbebani karena sulitnya mendapatkan BBM. Pemerintah harus hadir memberikan kepastian dan rasa nyaman bagi masyarakat,” katanya.

Sebagai solusi, Seven mendorong pemerintah daerah untuk segera mengusulkan penambahan kuota BBM kepada Pertamina berdasarkan data kebutuhan riil masyarakat Aceh Tengah.

“Kuota BBM harus disesuaikan dengan kebutuhan aktual. Aceh Tengah adalah daerah tujuan wisata, pusat perdagangan wilayah tengah Aceh, dan memiliki aktivitas transportasi yang cukup tinggi. Karena itu, saya mendukung penuh langkah Pemkab untuk menyurati Pertamina agar kuota BBM dapat ditambah,” ujarnya.

[SP]

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.