Mikail Masih Bersama Kita

oleh

Oleh : Dr. Jamhuri Ungel, MA*

Sebagai orang yang berakidah maka kita beriman kepada rukun iman yang telah diwajibkan kepada kita, yaitu beriman kepada Allah SWT, beriman kepada para malaikat, beriman kepada kitab-kitab Allah, beriman kepada rasul-rasul Allah, beriman kepada hari kiamat, dan beriman kepada Qadha dan Qadar Allah.

Di antara malaikat yang wajib kita imani adalah malaikat Mikail. Malaikat Mikail bertugas membagi-bagikan rezeki yang diberikan oleh Allah SWT dan tugas yang lainnya adalah menurunkan hujan.

Kedua tugas ini sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia di dunia ini sehingga bisa kita katakan bahwa dalam kehidupan manusia malaikat yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya adalah malaikat Mikail.

Dalam hidup ini berusaha dan berupaya mencari rezeki tanpa mengenal waktu dan juga tanpa mengenal lelah. Demikian juga dengan kebutuhan manusia terhadap air. Bila air tidak ada maka kehidupan manusia sangat susah, baik untuk kebutuhan ibadah atau untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari.

Bila kita melihat fenomena alam atau fenomena yang berkaitan dengan keseharian kita maka kita bisa melihat hujan turun tanpa henti selama berbulan-bulan terakhir ini sehingga banyak bencana yang terjadi, baik itu banjir, tanah longsor, atau juga luapan air yang terkadang menghilangkan tempat usaha masyarakat sehingga banyak juga orang menganggap bahwa hujan itu adalah sebagai sebuah musibah yang diturunkan oleh Allah kepada manusia.

Padahal bila kita renung, kita pikir, dan kita teliti sebenarnya bukanlah hujan yang menjadikan musibah itu terjadi, tetapi yang menyebabkan musibah itu terjadi adalah tempat-tempat penampungan air, tempat-tempat penyimpanan air baik di tempat-tempat yang tinggi atau lembah sudah dirusak oleh manusia itu sendiri.

Karena itu hujan yang turun tidak lagi tertampung pada tempat-tempat yang seharusnya, juga hujan tidak lagi meresap di tanah-tanah yang seharusnya menyimpan air tersebut.

Di sisi lain juga sebenarnya tumbuhnya pohon-pohon, tanaman-tanaman mulai dari biji-bijian sampai pohon yang rindang, pohon yang besar, semua itu disebabkan karena turunnya hujan.

Dari sini bisa kita pahami bahwa sebenarnya hujan adalah rahmat, yaitu tanda kasih sayang Allah kepada makhlukNya yang ada di bumi, baik berupa tumbuh-tumbuhan, manusia, dan lain-lainnya sangat membutuhkan hujan yang diturunkan oleh Allah SWT.

Dari situ kita bisa melihat realita dalam masyarakat, terlebih bagi mereka yang hidup sebagai petani. Dengan intennya turun hujan dalam beberapa bulan ini maka tempat-tempat yang tidak ditimpa oleh musibah baik longsor atau banjir maka tanaman masyarakat tumbuh dengan subur.

Bunga-bunga indah dalam pandangan mata tampak dalam tanaman yang luas terbentang jauh, demikian juga kita lihat putik-putik menjadi buah yang hijau kemudian selanjutnya menjadi masak dipanen oleh manusia, diolah menjadi makanan atau minuman.

Banyak penghasilan yang didapat oleh masyarakat dari tanaman-tanaman yang mereka tanam. Beragam tanaman yang kita dapatkan dan hampir secara keseluruhan tanaman-tanaman tersebut tumbuh subur, berbuah bagus, dan secara keseluruhan menghasilkan dan menjadi rezeki dalam kehidupan manusia.

Saya mendengar dari telepon seluler yang saya miliki ketika seorang teman berbicara dengan saya, beliau mengatakan bahwa masyarakat di kampung kini hidupnya sangat sejahtera bisa dikatakan karena buah kopi yang sangat banyak. Di samping buah kopi yang sudah masak masih banyak buah-buah yang sedang hijau, ditambah lagi adanya putik-putik yang bisa diharapkan menjadi buah.

Tidak hanya itu, bahkan di samping putik yang baru menjadi buah muncul kembali bunga-bunga dari setiap cabangnya sehingga bisa kita katakan bahwa malaikat yang membagikan rezeki masih bersama kita.

Tentu kita juga tidak bisa menafikan bahwa banyaknya buah-buah dari kopi itu tidak terlepas dari adanya air hujan yang setiap harinya turun membasahi bumi dan menumbuhkan atau menyuburkan pepohonan sehingga menghasilkan buah yang sangat banyak.

Karena itu tidaklah salah bila kita katakan semestinyalah kita bersyukur kepada Allah SWT dengan banyaknya rezeki kita yang diberikan oleh Allah dan dibagikan oleh malaikat Mikail kepada kita, baik kita orang yang berakidah dengan aqidah Islam, bahkan karena kasih sayangnya Allah rezeki diberikan kepada semua makhluk yang ada di bumi, tidak hanya dibatasi dengan keimanan tetapi juga untuk seluruh alam.

Karena malaikat Mikail masih berada di sekitar kita kita yakin rezeki kita masih ada harapan lebih banyak dari hari ini, mungkin besok dan lusa rezeki itu akan bertambah terus. Karena itu juga kita harus berhati-hati ketika kita diberikan oleh Allah rezeki, diturunkan hujan tanpa henti sehingga juga bermuara kepada banyaknya rezeki yang kita dapat.

Tentu di sisi lain ada musuh manusia yang sangat jelas yang telah berjanji dengan Allah akan menjerumuskan manusia itu kepada ketidakbaikan atau keburukan bahkan berakhir suatu saat nanti dengan kehidupan di dalam tempat yang paling sangat tidak menyenangkan yaitu neraka.

Karena itu juga sebagai umat manusia yang beriman dan beraqidah harus selalu berhati-hati dan jangan pernah berhenti bersyukur terhadap rezeki yang diberikan oleh Allah SWT dan sedang dibagikan oleh malaikat Allah yaitu Mikail.

Banyak di antara kawan-kawan kita terpengaruh sedangkan malaikat Mikail masih bersama kita. Sebagian mereka mampu diganggu oleh jin dan syaitan seperti kita tonton, baca dan dengar dalam berita tentang kejahatan-kejahatan yang ada di dalam masyarakat sekarang ini.

Bahkan kejahatan-kejahatan yang terjadi tidak hanya pada kejahatan-kejahatan yang ringan, tetapi kita melihat lebih banyak kejahatan-kejahatan yang berat yang oleh ulama dikelompokkan kepada kejahatan-kejahatan yang harus dihukum dengan hudud atau dalam istilah fiqih jinayah disebut dengan jarimah hudud (kejahatan yang sudan ditentukan jenis dan hukumannya oleh Allah SWT).

Di antara kejahatan-kejahatan yang sering muncul di media sosial kita membaca setiap harinya banyak orang-orang yang tertangkap oleh aparat keamanan karena mereka terlibat dalam kasus-kasus yang dalam istilah Alquran disebut dengan khamar (shabu-shabu, minuman keras atau sejenisnya). Juga banyak mereka terlibat dalam kasus-kasus yaitu khalwat bahkan sampai kepada perbuatan zina.

Demikian juga dengan banyaknya rezeki yang diturunkan kepada alam ini masih banyak mereka yang melakukan perbuatan pencurian. Bahkan karena banyaknya pencurian terjadi masyarakat sudah menganggap perbuatan mencuri itu sebagai sebuah kebiasaan.

Artinya mereka yang mencuri tidak lagi dihukum, mereka yang mencuri terkadang menikmati hasil curiannya tanpa ragu dan takut, sampai kita melihat mereka menikmati secara biasa seolah hasil curian itu adalah hasil usaha yang halal bagi mereka.

Tidak sedikit juga kita melihat banyaknya kejahatan-kejahatan yang dalam istilah Alquran disebut dengan maisir yaitu judi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa yang ditulis sebagai karya ilmiah skripsi banyak tempat-tempat keramaian didiami oleh mereka-mereka yang melakukan judi online.

Banyak juga orang-orang yang melakukan judi yang offline. Hal ini semakin sulit dipantau karena kemajuan teknologi yang dialami oleh masyarakat dan juga karena jauhnya dari jangkauan aparat penegak hukum.

Karena itu kita harus menyadari bahwa sebagai seorang muslim yang beriman dan berakidah dengan baik kita harus merenung bahwa ketika malaikat Mikail sedang membagi-bagikan rezeki yang diberikan oleh Allah kepada kita sebagai hambanya maka pada saat itulah banyak godaan atau rayuan-rayuan dari musuh manusia yang nyata dan musuh-musuh tersebut tidak pernàh diàm untuk mengganggu manusia sampai tujuan mereka tercapai.

Hendaknya lah kita terus berhati-hati supaya tidak terjerumus ke dalam kejahatan-kejahatan seperti yang telah disebutkan di atas karena setiap kebaikan yang diberikan bisa menjadi rahmat bagi kita semua tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa kebaikan yang diberikan itu juga merupakan cobaan yang harus kita lawan yang harus kita hindari sehingga kita selamat hidup di dunia dan di akhirat kelak. []

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.