Oleh : Prof. Dr. Ridwan Nurdin,MCL (Rektor IAIN Takengon)
Al Quran diturunkan 17 Ramadhan dan secara langsung kepada Nabi Muhammad Saw secara berangsur, 6236 ayat 114 surat dan 30 Juz. Diharapkan kaum muslimin dapat mempelajari dan mengikuti ajarannya. Allah Swt menegaskan bahwa al Quran adalah pedoman hidup dan tiada keraguan padanya.
Kandungan al Quran penuh dengan ajaran untuk kehidupan ummat manusia. Bukan saja mengatur masalah pribadi melainkan masalah Masyarakat, juga mengatur yang sifatnya privat dan public, bukan saja mengatur interaksi manusia dengan manusia melainkan juga mengatur hubungan dengan makhluk lainnya dan juga hubungan dengan alam dan lingkungan sekitar.
Karena akan diketengahkan beberapa nilai yang dipandang perlu untuk kemajuan ummat.
Gebrakan awal ajaran adalah perintah membaca kepada Nabi yang ummi dalam kondisi masyarakat dimana membaca bukan bagian penting dari kehidupannya.
Membaca menjadi doktrin kemajuan karena cinta pengetahuan. Akibatnya masyarakat dimotivasi untuk membaca sehingga tradisi membaca menjadi pembuka masyarakat ilmiah dan perkembangan tekhnologi.
Selanjutnya al Quran memerintahkan untuk bekerja. Pencinta al Quran bukanlah pemalas, mereka adalah orang terdepan dalam berkerja. Tanggung jawab kepada keluarga, masyarakat dan ummat menuntut kerja keras, rajin dan tekun. Disinilah penentu awal ummat akan maju karena kerja dan tanggung jawab datang beririsan
Persaudaraan ummat; al Quran menjelaskan bahwa tidak mengenal diskriminasi dalam kehidupan. Kelebihan seseorang karena amalnya bukan karena sukunya atau keturunannya.
Banyak orang miskin bisa menjadi penguasa sebaliknya berapa banyak penguasa dan keturunannya menjadi miskin. Motivasi fastabikhul khairat dan ahsanu amala adalah bukti bahwa kemajuan dapat dicapai bila halangan diskriminasi enyah dari kehidupan.
Contoh saat ni sepakbola tidak mengenal diskriminasi sehingga permainan berkembang dan semangat untuk ditonton. Bila kehidupan sosial dan pemerintahan diskrimasi masih dikedepankan tentu kemajuan masih lama untuk diraih.
Semangat perubahan; al Quran hadir untuk membentuk masyarakat yg maju lahir dan batin. Kelahiran Masyarakat yang sesuai dengan al Quran merupakan bagian dari kemajuan Masyarakat. Salah satu bentuknya yang dilakukan secara universal.
Sebagai contoh, Bekas Perdana Korea Selatan Choi Kyu ha (1975-1979), setelah berkunjung ke Kantor Perdana Menteri Tun Abdurrazak ( 1971-1976), melihat kalighrafi QS. Ar. Ra’du 11. Allah tidak akan merubah suatu kaum sebelum kaum itu merubah dirinya sendiri. Kemudian beliau menulis di kantornya dalam bahasa Korea dan menjadi semangat kepemimpinannya. Perubahan dan kemajuan Korea dapat dirasakan saat ini.
Karakter utama seorang yg menjadikan al Quran sebagai nilai utama kehidupan merujuk kepada apa yg telah Nabi Saw praktekan. Karena Akhlah Nabi Saw adalah al Quran tentu telah termanifestasikan. Ada empat sifat Nabi Saw; Siddik, Amanah, Tabligh dan Fatanah.
Sifat ini menjadi cerminan nyata kehidupannya dan para penerusnya. Sifat ini bila dibandingkan dengan semangat Bushido dari Jepang yaitu kesetian, kehormatan, keberanian, disiplin dan kejujuran menjadi nilai samurai dalam sistem hidup mereka.
Kedua nilai ini telah terlihat bagaimana dampaknya dalam kehidupan nyata. Ternyata perkembangan suatu Masyarakat sangat tergantung kepada nilai yang melekat pada mereka.
Nilai al Quran tentu menjadi urgen bagi ummat dalam kehidupan modern karena al Quran pedoman dari lahir sampai mati, dari awal sampai akhir dunia ini. Kebahagaian yang akan dicapai didunia dan akhirat merupakan tujuan utama dan itu hanya akan didapat bila nilai al Quran menjadi pegangan dalam kehidupan ini. []





