Enti Panik

oleh
oleh

Oleh : Fauzan Azima*

Di tanah tinggi Gayo, kata “panik” rupanya punya jadwal sendiri. Belum lama masyarakat berlarian menghindari longsor 26 September 2025, kini antre panjang muncul lagi, bukan karena hujan, tapi perang jauh.

Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran seharusnya terasa jauh dari kebun kopi Gayo. Namun anehnya, getaran konflik itu sampai ke pompa bensin kecil di dataran tinggi.

Warga di Aceh Tengah dan Bener Meriah tiba-tiba mengingat trauma lama. Saat banjir bandang dulu datang tanpa aba-aba, banyak orang menyesal karena tidak sempat menimbun kebutuhan rumah tangga.

Trauma memang punya ingatan panjang. Begitu terdengar kabar perang dan kemungkinan krisis energi, sebagian orang langsung berpikir sederhana: sebelum habis, lebih baik isi jeriken sekarang juga.

Hasilnya mudah ditebak. Antrean motor memanjang di SPBU, wajah-wajah serius memegang selang bensin seperti memegang masa depan. Seolah-olah dunia akan berhenti berputar setelah tangki kosong.

Padahal, sering kali yang lebih cepat habis bukan minyak, melainkan kesabaran. Kepanikan kecil dapat berubah menjadi kepanikan massal hanya karena kabar setengah matang beredar dari warung kopi ke grup WhatsApp.

Di sinilah peran pemerintah diuji. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah seharusnya hadir lebih awal menjelaskan keadaan, bukan menunggu masyarakat selesai membuat kesimpulan sendiri yang belum tentu benar.

Pemerintah sebenarnya memiliki rantai komando lengkap, dari bupati hingga kepala lorong. Jika komunikasi berjalan berjenjang dan jelas, keresahan masyarakat bisa diredam sebelum berubah menjadi antrean panjang.

Sebab ketika informasi kosong, imajinasi masyarakat bekerja lembur. Orang mulai meraba-raba masa depan, menebak-nebak harga, bahkan membayangkan lebaran tanpa perjalanan silaturahmi antar keluarga.

Padahal inti persoalannya sederhana: antisipasi boleh, kewaspadaan penting, tetapi panik bukan solusi. Orang Gayo punya ungkapan singkat yang lebih bijak dari seribu pengumuman resmi: enti panik.

(Mendale, Maret 6, 2026)

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.