Ramadhan : Inflasi Pahala Yang Menguntungkan

oleh
oleh

Oleh : Iwan Fitra, SE*

Ditengah gejolak naiknya harga emas yang membumbung tinggi atau istilah yang disebut sebagai fenomena ‘Inflasi Emas’ telah mengguncang seluruh pasar jagad raya namun menjadi kegembiraan bagi sebagian masyarakat yang menyimpan aset dalam bentuk emas baik emas batangan,kepingan maupun perhiasan, dilain sisi banyak orang berlomba-lomba menyimpan logam mulia itu sebagai investasi yang menguntungkan.

Namun tahukah kita, ada satu kondisi inflasi yang jauh lebih menguntungkan dari sekedar inflasi emas yaitu keberkahan bulan Ramadhan yang membawa “inflasi pahala” tidak ternilai.

Bulan Ramadhan tiba dengan membawa keajaiban tersendiri dimana setiap amal kecil yang kita lakukan seolah-olah mendapatkan nilai tambah yang luar biasa besar, hal ini disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap amal anak Adam dilipat gandakan pahalanya. satu bentuk kebaikan diberi pahala sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat”.

Seperti harga emas yang nilainya melonjak tinggi, pahala di bulan suci ini mengalami “inflasi” yang sungguh lebih menguntungkan bukan membuat sesuatu menjadi lebih mahal untuk diperoleh, melainkan menjadikan setiap usaha kita untuk mendekatkan diri pada Allah SWT menjadi lebih berharga dan penuh berkah.

Emas bisa saja naik harga dua kali lipat, tiga kali lipat, bahkan lebih tapi nilainya tetap terbatas oleh angka dan kondisi pasar dunia. Pada suatu saat ia bisa juga turun harga atau bahkan tidak berguna sama sekali.

Sebaliknya, inflasi pahala di bulan Ramadhan tidak mengenal batasan angka atau fluktuasi pasar. Setiap amal kecil yang kita lakukan mulai dari mengucapkan kata baik, memberikan sedekah, hingga membaca satu ayat Al-Qur’an mendapatkan nilai yang dilipat gandakan hingga ratusan kali lipat.

Bayangkan saja, emas yang kita simpan hanya bisa memberikan keamanan duniawi yang sementara, tapi pahala dari ibadah Ramadhan akan menjadi harta yang kita bawa hingga akhir hayat dan menjadi bekal di alam akhirat yang kekal.

Emas bisa dicuri, hilang, atau habis terpakai untuk kebutuhan duniawi namun pahala yang kita kumpulkan di bulan Ramadhan akan tetap ada dan tidak bisa dirampas oleh siapapun.

Ketika orang ramai berlomba mencari emas dengan harga yang semakin mahal, kita justru bisa mendapatkan “harta yang lebih berharga” dengan cara yang mudah dan penuh berkah.

Tak perlu mengeluarkan banyak uang atau bersusah payah mencari keuntungan cukup dengan niat yang tulus, menjalankan puasa dengan ikhlas, memperbanyak amal shaleh, dan memperbaiki hubungan dengan Allah serta sesama.

Jadi, manakah yang lebih menguntungkan?, Menabung emas yang nilainya bisa naik turun sesuai kondisi pasar atau mengumpulkan pahala di bulan ramadhan yang nilainya tak terbatas dan kekal abadi, di bulan yang penuh berkah ini saatnya kita memaksimalkan diri dengan mempersiapkan amalan yang terbaik, Bulan suci ini datang sebagai kesempatan emas yang tidak boleh kita lewatkan sebuah investasi yang akan memberikan hasil yang jauh melampaui apapun yang bisa kita bayangkan.

Mari kita jadikan ramadhan ini sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih baik. biarkan “inflasi pahala ini” tidak hanya membuat kita kaya di akhirat, tapi juga mengisi hati dengan kedamaian yang tak ternilai. sebab, tidak ada inflasi di dunia yang bisa menyamai keberkahan yang kita dapatkan dari bulan suci ini.

*Relawan Islam Selamatkan Negeri (ISN) Aceh- Bener Meriah

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.