Oleh : Dr. Jamhuri Ungel, MA*
PERMATA adalah Persatuan Mahasiswa Takengon, sebuah organisasi mahasiswa yang kini telah berusia 40 tahun. Ti9dak banyak organisasi kemahasiswaan yang bisa bertahan dalam kurun waktu sampai 40 tahun, boleh jadi disebabkan karena berbagai hal diantaranya adalah pergantian generasi atau karena organisasi tersebut tidak dapat memberikan manfaat kepada anggota organisasi tersebut.
Organisasi PERMATA lahir atau didirikan pada tahun 1986 bertempat di Sekolah Dasar atau SD Negeri 25 Lamprit Banda Aceh. Berdirinya organisasi ini merupakan ide dari para pembina organisasi PERMATA pada saat itu.
Ide ini tertuang dikarenakan pada saat itu setiap fakultas yang ada di IAIN Ar-Raniry memiliki organisasi masing-masing tetapi kegiatannya hanya berfokus pada perkenalan mahasiswa baru dan tempatnya diadakan di pantai, sedangkan kegiatan làin tidak ada.
Atas dasar itulah para pembina PERMATA diantaranya adalah Drs. M. Saleh Suhaidy, Drs. M. Saleh Samaun, Drs. Nasri Lisma, Drs. M. Nuh Hidayat dan lain-lain, mereka semua berkumpul dan mengajak para mahasiswa senior untuk berdiskusi tentang kegunaan organisasi bagi anggota-anggotanya terutama adalah mahasiswa pada saat itu.
Pada saat itu kami masih sebagai mahasiswa baru di semester awal diikutsertakan dalam acara tersebut sehingga terbentuklah organisasi yang menyatukan semua organisasi-organisasi yang ada di lingkungan mahasiswa IAIN yang berasal dari Takengon dalam organisasi PERMATA.
Organisasi ini bukan hanya beranggotakan orang-orang Gayo tetapi organisasi ini beranggotakan penduduk gayo artinya siapapun yang menjadi penduduk Takengon dianggap sebagai penduduk Gayo, baik mereka berasal dari suku Jawa, suku Aceh, suku Padang, suku Batak dan lain-lain asalkan mereka berasal dari Takengon maka mereka menjadi anggota dari organisasi PERMATA ini.
Ini dibuktikan bahwa ketua PERMATA yang pertama adalah Kanda Ramin. Beliau adalah penduduk Gayo yang berasal dari suku Jawa. Dalam organisasi ini para mahasiswa yang berasal dari Gayo Takengon dilatih dalam berbagai kegiatan di antaranya kegiatan-kegiatan pelatihan bahasa asing, pelatihan khutbah (ceramah), pelatihan/ diskusi adat, pelatihan drama dengan mengambil tempat di masjid perindustrian Jambo Tape yang kini menjadi kantor SATPOL PP/WH.
Pelatihan lainnya adalah didong, menari dan membaca puisi. Ketika acara-acara diadakan di Banda Aceh PERMATA selalu tampil dalam berbagai bidang kesenian mulai dari drama, menyanyi, baca puisi didong, bahkan grup lawak. Grup lawak PERMATA ini mungkin merupakan lawak orang gayo pertama di dunia.
Pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh PERMATA dengan tutor atau pelatih dari para pembina PERMATA dan juga mahasiswa-mahasiswa senior maka anggota PERMATA tidak hanya dikenal di Banda Aceh, tetapi juga oleh mahasiswa-mahasiswa dari perguruan tinggi atau universitas lain selain dari IAIN.
Organisasi ini juga dikenal oleh masyarakat Gayo di Takengon karena di antara program yang sangat dikenal dan disukai oleh masyarakat Gayo di Takengon adalah program Safari Ramadhan, artinya setiap bulan ramadhan seluruh anggota PERMATA akan turun ke mersah-mersah atau masjid yang ada di seluruh Aceh Tengah pada masa itu.
Mereka turun dengan bendera PERMATA dan memperkenalkan organisasi PERMATA kepada masyarakat sehingga PERMATA dikenal oleh semua masyarakat di dataran tinggi Gayo.
Kini ketika PERMATA sudah berusia 40 tahun yang merupakan umur yang sangat panjang dalam hitungan angka bagi sebuah organisasi mahasiswa. Alumni PERMATA sudah berkiprah diberbagai instansi dan mempunyai posisi sebagai orang-orang yang menentukan arah keberagamaan, budaya dan sosial masyarakat serta kemajuan daerah Gayo.
Alumni PERMATA kini sudah mempunyai posisi yang sangat strategis, sebagai rektor perguruan tinggi, kepala dinas, Kemenag, kepaka KUA, kepala Sekolah, dan lebih dari 70% guru agama yang ada di Aceh Tengah dan Bener Meriah adalah alumni PERMATA.
Tidak bisa dinafikan kini jumlàh alumni PERMATA yang menjadi dosen melebihi hitungan jumlah jari kaki dan tangan. Pada setiap hari jum’at dan hari besar suara alumni PERMATA terdengar melalui suara “halo-halo” dan ketika aqad nikah tanda tangan alumni permata sebagai bukti kesahan akad nikah. []





