[Puisi] Sajak Gelondong
Herza Alwanny
1.
Gemuruh landa Serambi Mekkah
Awan mengabu menyimpan amarah
Kilatan bersaut-sautan
Tiada duga air mata bertumpah
Rinai demi rinai perlahan membasahi
Satu dua jam tiada henti
Hingga malam berganti fajar kelabu
Degup jantung semakin beriarama
Ke manakah mentari?
Ia tak bersinar saban hari
Air perlahan membumi
“AIR DATANG, SEGERA PULANG! ”
2.
Bumi gayo, dua puluh empat jam menghantam tanah
Krikil berjalan sesuka hati
Melintas tepian Danau Lut Tawar
Gemuruh tiada henti
Pertanda diri akan pergi
Tanah runtuh mengubur suka
Air meluap menghanyutkan jiwa
Menutup asa
Menutup rasa
Hingga menutup mata dalam gulita
3.
Dari Linge hingga Serule
Tanah menghantam jalan
Jalan dihantam sungai
Kekayuan menghantam Jalan Jalan menghantam dirinya sendiri
Putus harapan!
Seribu nyawa melayang
Bahkan ada yang hilang
Tanpa bayang bayang
Kabar diri sempat hilang
4.
Teriakan desa terisolir memggema di balik hutan pinus
Hingga mereka datang
Membawa secerca harapan
Tapi tidak untuk kehidupan
3 bulan pasca bandang
Hidup perlahan datang
Tapi perlahan ia juga hilang
“Aceh sudah pulih”
Katanya!
Nyatanya pulih dibalik lensa kamera
Tidak di kehidupan nyata
5.
Kini, rakyat luntang lantung
Hidup terkatung
Rumah hilang tak terhitung
Bahkan tertimbun lumpur yang membubung.
Ramadhan berkabung
Kita hanyalah hitungan angka
Derita tak mereka rasa
Siapa bilang mereka ada?
Mereka ada untuk citra
Seakan tidak terjadi apa apa
Kami di sini melawan perih
Berdiri dengan gigih
Untuk Aceh pulih *[SY]*
Jagong Jeget, Februari 2026





