Oleh: Ir Sulwan Amri*
Almarhum AR Moese melalui lirik lagu Tawar Sedenge sudah mengingatkan kita. Seperti apa cara beliau mengingatkan kita? Mari kita simak lirik lagu Tawar Sedenge.
“Engonko so tanoh Gayo, simegah mureta dele, rum batang nuyem si ijo, kupi bako e.”
Syair itu ingin memberitahu kita, bahwa Aceh Tengah memiliki lahan subur. Benar memang, Dataran Tinggi Gayo adalah kawasan yang cukup subur.
Hanya saja, daya dukung lahan yang subur akan berakhir jika digunakan terus menerus. Dan, beberapa kawasan pertanian di Aceh Tengah sudah menunjukkan tanda-tanda tersebut.
Oleh karena itu, pasangan Bardan Sahidi Karimansyah melalui misi keempat berkomitmen untuk menangani hal tersebut. Salah satu rencana aksinya adalah Peningkatan pengelolaan lahan pertanian berkelanjutan.
Terkait :
- Mewujudkan Aceh Tengah Hijau, Misi Keempat Bardan-Kariman
- Strategi Revitalisasi Perkebunan Kopi Rakyat
Peningkatan pengelolaan lahan pertanian berkelanjutan memerlukan pendekatan yang holistik dan terintegrasi.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Bardan Sahidi dan Karimansyah akan menerapkan beberapa strategi.
• Pengelolaan Tanah yang Berkelanjutan:
• Rotasi Tanaman: Menggunakan rotasi tanaman untuk menjaga kesuburan tanah dan mengurangi risiko penyakit tanaman.
• Penggunaan Pupuk Organik: Mengurangi penggunaan pupuk kimia dan beralih ke pupuk organik untuk meningkatkan kesehatan tanah.
• Penggunaan Sumber Daya Air yang Efisien:
• Irigasi Tetes: Menerapkan sistem irigasi tetes untuk mengoptimalkan penggunaan air dan mengurangi pemborosan.
• Pengelolaan Air Hujan: Mengumpulkan dan menyimpan air hujan untuk digunakan selama musim kering.
• Pengurangan Penggunaan Pestisida dan Herbisida:
• Pengendalian Hama Terpadu (PHT): Menggunakan metode PHT yang menggabungkan berbagai teknik pengendalian hama yang ramah lingkungan.
• Penggunaan Pestisida Alami: Menggunakan pestisida alami yang lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
• Pemilihan Tanaman yang Sesuai dengan Lingkungan Lokal:
• Varietas Tahan Iklim: Menanam varietas tanaman yang tahan terhadap perubahan iklim dan kondisi lingkungan lokal.
• Diversifikasi Tanaman: Menanam berbagai jenis tanaman untuk mengurangi risiko kegagalan panen dan meningkatkan keanekaragaman hayati.
• Pemberdayaan Petani Lokal:
• Pelatihan dan Penyuluhan: Memberikan pelatihan dan penyuluhan kepada petani tentang praktik pertanian berkelanjutan.
• Akses ke Teknologi dan Informasi: Memastikan petani memiliki akses ke teknologi modern dan informasi terbaru tentang praktik pertanian berkelanjutan.
• Pengembangan Infrastruktur Pertanian:
• Jaringan Irigasi: Meningkatkan jaringan irigasi untuk memastikan ketersediaan air yang cukup bagi lahan pertanian.
• Fasilitas Penyimpanan: Mengoptimalkan sistem resi gudang sebagai fasilitas penyimpanan yang memadai untuk mengurangi kerugian pasca-panen.
Dengan menerapkan strategi-strategi ini, diharapkan pengelolaan lahan pertanian dapat lebih berkelanjutan, produktif, dan ramah lingkungan.
*Anggota tim penyusun visi misi Bardan Sahidi dan Karimansyah (Beriman)






