Oleh : Z. Ariyanto*
Beberapa waktu lalu, Aceh Tengah, kabupaten Tetangga, anak-anak muda, aktivis dan wartawan mulai bersuara tentang penyalahgunaan uang negara.
Kami sebagai warga di negeri di atas awan ini merasa bangga dan menaruh harapan besar kepada pemuda, orang-orang berprinsif dan pewarta untuk mengungkap borok yang menghambat pembangunan negeri ini.
Tentu saja tidak mungkin harapan tersebut kami sandarkan kepada anak muda, orang kritis dan jurnalis dari Kota Takengon untuk mengkritisi negeri kopi arabika ini.
Besar harapan kami, harusnya pemuda, aktivis dan wartawan yang ada Bener Meriah ini yang menjadi ujung tombak untuk menyelamatkan uang negara, seperti yang mereka lakukan di Aceh Tengah.
Sebagai masyarakat secara kasat mata jelas tampak banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemerintahan Bener Meriah. Terutama untuk pekerjaan yang bersifat horizontal.
Faktanya sejak kepemimpinan PJ Haili Yoga, masih ada beberapa pekerjaan pembangunan untuk lembaga vertikal. Sehingga timbul asumsi di masyarakat, itu adalah politik penyelamatan diri atas tuduhan praktik menilep uang negara.
Begitupun kita juga sebagai masyarakat tidak boleh menuduh sembarangan pemimpin. Apalagi PJ Haili Yoga adalah pemimpin muda Bener Meriah yang patut kita apresiasi atas kenerjanya yang baik. Kalau raportnya merah, tentu Mendagri tidak akan memperpanjang dirinya sebagai Penjabat Bupati Bener Meriah.
Semoga saja Bener Meriah, tidak sedang bagai danau tampak tenang tapi dasarnya sebenarnya sedang bergelombang. Saat ini tanpa kritik, tanpa gejolak, tiba-tiba bupatinya bernasib seperti dua bupati sebelumnya.
*Pengamat masalah sosial politik Bener Meriah





