Remukkan Dewa Kipas dengan Skor 0 – 3, GMW Irene Hancurkan Mimpi Indah Netizen +62

oleh
Irene dan Dewa Kipas (podcast Deddy Corbuzier)

Oleh : Win Wan Nur*

“Dunia catur itu tidak seperti komik, yang bisa saja tiba-tiba muncul seorang pendekar sakti yang tidak dikenal karena lama bertapa lalu menggemparkan dunia persilatan, mengalahkan semua pendekar sakti paling sakti.”

Potongan kalimat di atas adalah penggalan ucapan dari GMW (Grand Master Wanita) Irene Kharisma Sukandar menanggapi hebohnya tanggapan publik Indonesia atas kemunculan Dewa Kipas, seorang “jago catur” tua yang membuat heboh dengan mengalahkan seorang master Internasional terkenal dari Amerika.

Bagi penggemar cerita silat karangan kakek Desta Club Eighties, Asmaraman S. Kho Ping Ho. Plot cerita ini terasa mirip dengan plot cerita tentang kegemparan di dunia kang ouw atas kemunculan tokoh Bu Pun Su yang di masa kecilnya dikenal dengan nama Lu Kwan Cu dalam serial Pendekar Sakti.

Kehadiran Dewa Kipas menimbulkan euphoria besar di Indonesia, membakar nasionalisme dan menimbulkan rasa bangga atas kualitas bangsa ini, kalau ternyata pecatur level pos ronda pun mampu mengalahkan jago catur kelas dunia.

“Prestasi membanggakan” yang ditorehkan Dewa Kipas, membangkitkan mimpi indah banyak orang tentang kedahsyatan potensi catur Indonesia.

Ketenaran yang didapat secara instant itu mengundang Deddy Corbuzier mengundangnya ke podcast-nya. Dari hasil wawancaranya dengan Deddy Corbuzier.

Banyak yang kemudian merasa kalau fenomena Dewa Kipas ini seperti fenomena gunung es, artinya Dewa Kipas hanyalah ujungnya yang nampak terlihat, sementara potensi catur Indonesia sebenarnya jauh lebih besar, karena di puluhan bahkan ratusan ribu pos ronda yang tersebar di penjuru Indonesia, sebenarnya masih banyak lagi jago catur dengan kemampuan seperti Dewa Kipas, bahkan jauh di atasnya.

Siapapun yang berani membangunkan mereka dari mimpi indah ini akan langsung diserang dengan berbagai hujatan bahkan sampai maki-makian yang paling kasar.

Inilah yang kemudian dialami oleh GMW Irene, pecatur perempuan yang berdedikasi, yang sudah berulangkali mengharumkan nama bangsa ini melaui berbagai prestasi berkelas internasional yang dia torehkan di cabang catur.

Orang-orang yang dia bangunkan dari mimpi indah yang tidak nyata ini, ada yang menyebutnya pansos, sebuah akronim yang berarti panjat sosial alias pengen tenar.

Saat Irene muncul di podcast Deddy Corbuzier untuk meluruskan persepsi keliru masyarakat Indonesia tentang catur ini. Kembali, berbagai hujatan dia terima, Irene dikatakan berprestasi, tapi sombong. Tidak tahu kalau di atas langit masih ada langit.

Dan sekali lagi Deddy Corbuzier, Indonesia beruntung memiliki sosok seperti dia.

Deddy yang jelas sama sekali tidak mengerti catur ini, dengan kejeniusannya bisa membelokkan dari apa yang sebenarnya potensi konflik yang hampir bisa dipastikan akan berujung negatif ini menjadi sesuatu yang positif bagi perkembangan catur.

Oleh Deddy, polemik ini berhasil dikapitalisasi menjadi sebuah tontonan yang disambut dengan antusias oleh masyarakat Indonesia.

Hari ini senin 22 Maret 2021, pertandingan antara Dewa Kipas vs GMW Irene yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat luas inipun akhirnya terlaksana. Disponsori oleh Tokopedia.

Sepanjang sejarah, belum pernah terjadi, antusiasme masyarakat Indonesia yang sedemikian besarnya untuk menyaksikan pertandingan catur. Animo masyarakat untuk menonton laga yang sebenarnya bagi orang yang mengerti catur sudah diprediksi, sangat tidak seimbang ini malah jauh mengalahkan animo penonton dalam menyaksikan laga pecatur terbaik GM pertama Indonesia, Utut Adianto melawan juara dunia, Gary Kasparov di tahun 2001 silam.

Ketika pertandingan berlangsung, seperti yang sudah diprediksi oleh siapapun yang mengerti catur dan dinamikanya di level professional, pertandingan memang berlangsung tidak seimbang.

Dadang Subur, orang di balik akun Dewa Kipas yang ketika bermain secara online tanpa saksi mata konsisten dengan akurasi langkah mencapai 95-99% pada permainan dengan batas waktu 10 menit, ketika bertanding di dunia nyata malah konsisten melakukan blunder di tiga game yang dijalaninya.

GM Susanto Megaranto yang menjadi komentator di laga itu, dengan bahasa sopan mengatakan “ Di level professional, blunder fatal seperti yang dilakukan oleh Dewa Kipas itu jarang sekali (hampir tidak pernah) terjadi.

Alhasil, tak sampai setengah jam, selesai sudah segala mimpi indah yang sempat hadir di diri banyak orang Indonesia, ambyar, tandas sampai ke akar-akarnya.

Dalam wawancara dengan Deddy Corbuzier, Levy Rozman alias GothamChess pernah mengatakan, dia tidak ingin tarung ulang karena khawatir, nanti bully-an yang dia terima berbalik menyerang Dewa Kipas.

Lalu, seperti yang ditakutkan oleh, orang Amerika yang telah dirisak habis-habisan oleh masyarakat Indonesia karena dianggap tidak mau menerima fakta bahwa dia kalah dari pecatur tak terkenal dari dunia ketiga, terbukti di sini.

Sementara itu, wakil dari Percasi yang berkepentingan meluruskan kekeliruan cara pandang masyarakat Indoenesia tentang dunia catur professional ini, saat ditanyai Deddy Corbuzier selepas laga, dengan bijak mengatakan “ini pelajaran untuk kita tentang bagaimana dunia catur.”

Sedangkan GM Susanto Megaranto saat ditanyai pendapatnya mengenai level Dewa Kipas dalam dunia catur, kembali dengan pilihan kata yang sangat bijak mengatakan levelnya, “hampir master” kalau dalam dunia sepakbola, ini kira-kira seperti pemain hebat yang bertanding antar kampung yang kualitasnya hampir bisa membuatnya bersaing untuk bermain di klub professional. Hampir tapi belum cukup.

Ketika Deddy Corbuzier yang sama sekali tidak mengerti catur menanyakan, artinya setelah ini Pak Dadang harus lebih sering berlatih dan bertanding di level professional, GM Susanto dengan senyum dikulum menyatakan “belum” yang artinya, Pak Dadang belum cukup kualifikasi untuk bertanding di level pro.

Ya dengan berakhirnya laga ini yang juga mengakhiri polemik dan sekaligus membangunkan masyarakat Indonesia dari mimpi indah yang tidak nyata.

Tapi bukan netizen +62 namanya kalau langsung ikhlas begitu saja menerima ego dan kesombongannya dihancurkan berkeping-keping. Untuk mempertahankan harga diri yang tersisa, seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, tidak sedikit fans dadakan Dewa Kipas yang langsung mengarang bebas tentang teori konspirasi untuk meragukan kemenangan telak GMW Irene.

Cuma, secara umum setelah membaca komentar-komentar yang masuk di video ini, saya melihat niat baik Deddy Corbuzier untuk membuat olahraga catur jadi populer di Indonesia, benar-benar tercapai. setelah ini saya berharap dan yakin kalau pamor catur di Indonesia akan meningkat dan orang-orangpun akan mulai mencari guru catur yang benar dan tak lagi berhalusinasi kalau untuk menjadi juara dunia, cukup rajin bertanding dengan para pendekar sakti di pos ronda.

Selepas pertandingan yang menghebohkan ini, saya yakin akan banyak anak perempuan yang terinspirasi belajar catur supaya bisa jadi sekeren GMW Irene Kharisma dan para cowok tanggung juga akan banyak yang termotivasi belajar catur supaya punya alasan melakukan PDKT pada IMW Chelsea Monica. []

Comments

comments