Polisi Sudah Kantongi Beberapa Nama Pelaku Pengeroyokan Pengelola Objek Wisata Lung Gayo Indah Toweren

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Kapolres Aceh Tengah, AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, S.IK mengatakan pihaknya telah memeriksa beberapa saksi terkait kasus penganiayaan terhadap pengelola objek wisata Lung Gayo Indah, Toweren Toa, Kecamatan Lut Tawar, yang menyebabkan pengelola objek itu meninggal dunia.

Disampaikan, dari beberapa keterangan yang sudah dihimpun, pihaknya sudah mengantongi beberapa nama pelaku pengeroyokan yang terjadi Sabtu malam 28 November 2020 tersebut.

“Kita juga sudah panggil para Reje, tokoh dan masyarakat di empat kampung dalam wilayah Toweren. Kita ingin segera ungkap cepat kasus ini,” kata Sandy Sinurat, Senin 30 November 2020.

Dikatakan lagi, alasan pengeroyokan yang sebelumnya sempat diketahui lantaran warga marah terhadap pengelola objek wisata tersebut karena ada pengunjung yang menyalakan musik sambil karoke, dan di kampung ada tahlilan, sebenarnya tidak dapat dibenarkan.

“Jarak lokasi ke Kampung itu kurang lebih 2 KM, tidak mungkin kedengaran sampai kesana, alasan itu hanya tameng saja. Lain itu, kita juga sudah periksa pemuda yang lokasi kampungnya ada tahlilan, mereka katakan mereka ikut dalam tahlilan dan tidak tahu ada kejadian di objek tersebut pada malam menjelang diri hari itu,” ujar Kapolres.

Pihaknya, kata Kapolres lagi akan terus dalami motif kejadian tersebut. “Saya sudah perintahkan Satreskrim untuk segera mengungkap kasus ini,” ucapnya.

Dikatakan lagi, pada saat kejadian ada Reje di wilayah tersebut juga tengah menyelesaikan persoalan lain di Polsek bersama Kapolsek, pada saat sedang menyelesaikan masalah tersebut, tiba-tiba terdengar kasus ini tadi.

“Sampai tadi malam, para penyidik sudah meminta keterangan dari saksi-saksi, dan dari keterangan itu, kita sudah ada mengantongi beberapa nama yang diduga sebagai pelaku,” katanya.

Dikatakan Kapolres, kejadian ini merupakan kejadian yang tidak biasa terjadi di daerah Gayo, untuk itu pihaknya mencoba melibatkan semua pihak.

“Tadi semua pihak sudah saya undang, termasuk pemuda, Reje dan tokoh masyarakatnya, dari Babinsa dan Koramil juga MPU. Tujuannya adalah, untuk membuka mata kita melihat bagaimana sebenarnya kasus ini, kita dukung atau tidak, atau kita menganggap itu perbuatan oknum,” tegas Kapolres.

“Jangan sampai perbuatan oknum-oknum ini, mencoreng Kampung Toweren, mencoreng juga Kabupaten Aceh Tengah. Sebagaimana kita tahu, daerah ini merupakan salah satu tujuan wisata. Jangan sampai ada cap, kita tidak welcome terhadap pengunjung,” demikian Mahmun Hari Sandy Sinurat, S.IK.

[Darmawan]

Comments

comments