Diam Sikapi Tambang Emas, Dewan Adat Gayo Seperti Kule Kuring Letong Mujadi Anak ni Bebiri

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Salah seorang peserta aksi menolak kehadiran perusahaan tambang emas di Gayo, Sadra Munawar mengaku heran dengan sikap Dewan Adat Gayo (DAG) yang tidak memiliki peran apa-apa dalam upaya menjaga tanah leluhurnya dari serbuan kaum kapitalis yang akan mengeruk bumi Gayo.

Dia mengatakan, DAG diam seribu bahasa seolah tak tahu apa yang tengah terjadi di negerinya sendiri.

“Dewan Adat Gayo jangan diam dan bersikap apatis soal tambang di Linge,” kata Sadra, Minggu 15 September 2019.

Dilanjutkan, berhenti mengaku urang Gayo jika tidak membela tanahnya sendiri. DAG menjadi penakut yang dalam istilah Gayo dikenal dengan sebutan Kule kuring letong mujadi anak ni bebiri (harimau yang menjadi anak biri-biri). Tak memiliki taji sedikitpun dalam bersuara penolakan tambang.

“Padahal dimana-mana masyarakat adatlah lewat lembaga adat yang menentang kehancuran tanahnya dari pengerukan tambang. Saya menjadi curiga kepada DAG, ada apa kok diam. Sangat lucu memang,” tanyanya.

Ia pun mensinyalir, DAG hanya dimanfaatkan untuk kepentingan politik saja. “Jika tidak sanggup mengelola lembaga sakral itu, mundur. Masih banyak urang Gayo yang mampu. Atau jangan-jangan lembaga ini yang pertama mendukung kehadiran tambang di tanah leluhur kami,” tandasnya.

[Red]

Comments

comments