Terkait Aktivitas Tambang, Forum Penjaga Hutan Pining : Sampai Hari Kiamat Kami akan Tentang

oleh

BLANGKEJEREN-LintasGAYO.co : Keberadaan PT. Wayang Mining Gayo Indo yang akan melakukan explotasi di daerah Hutan Air Putih, Kampung Pasir Putih, Kecamatan Pining, dikawatirkan akan berdampak pada keseimbangan alam yang merupakan kawasan penyanggah ekosistem Leuser.

Ketua Forum Penjaga Hutan dan Sungai Harimau Pining, Abu Kari Aman Jarum mengatakan tak ada alasan yang bisa diterima akal, untuk membuka lahan pertambangan di hutan air putih.

“Alasan untuk membuka lowongan pekerjaan hanyalah bualan tak bisa diterima oleh akal sehat kita, Pining adalah lahan pertanian jika pemerintah ingin mengangkat perekonomian masyarakat Pining, tentunya memperhatikan sektor ini, dengan membuka irigasi. Karena sejak 2006 silam, warga telah banyak kehilangan lahan pertanian lantaran banjir bandang, bukan dengan membuka tambang,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, masyatakat Pining sangat keberatan dan tak akan membiarkan tambang dibuka di daerah ini. “Disana mengalir sungai yang bermuara ke pesisir Aceh, disana masyarakat Pining juga menggantungkan hidup dengan menangkap ikan, selama ini kami terus berupaya menjaga keasriannya, jika dibuka tambang otimatis limbahnya mengalir kesana,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Forum Penjaga Hutan dan Sungai Harimau Pining telah melayangkan bentuk protes terhadap eksploitasi itu, sebagai pertimbangan bagi pemerintah dan khususnya bagi PT. Wayang Mining Gayo Indo untuk menghentikan aktifitasnya.

“Sampai hari kiamat, kami menentang adanya aktivitas tambang disini, karena ini sudah menjadi kesepakatan bersama, hutan Pining adakah milik adat orang Pining, sampai kapan pun akan kami jaga,” tegas Aman Jarum.

Senada, Sekjen Forum Penjaga Hutan dan Sungai Harimau Pining Ali Usman mengatakan jika nanti pemerinyah dan PT. Wayang Mining Gayo Indo terus melakukan kegiatan pertambangan di kawasan Hutan Air Putih, pihaknya akan terus melakukan perlawanan dengan segala cara.

“Karna Hutan dan Sungai Air Putih adalah tempat kami beraktifitas, mencari beragam hasil hutan Candan, rotan serta berbur (Gayo : ngaro) dan di sungai Air Putih lah kami bisa mendapatkan Ikan,” tegasnya.

[SP]

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.