Mantap…! Saman Jadi Mata Kuliah Wajib ISBI Aceh

oleh
Saman Massal tahun 2014. (Foto : doc.LGco)
Saman Massal 5057 Penari tahun 2014. (Foto : doc.LGco)
Saman Massal 5057 Penari tahun 2014. (Foto : doc.LGco)

Jantho-LintasGayo.co : Salah satu mata kuliah wajib di Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh adalah mata kuliah Saman yang berasal dari Gayo Lues. Saman merupakan salah satu warisan dunia tak benda yang ditetapkan oleh Unesco di Bali tahun 2011 lalu ini menjadi pilihan oleh ISBI Aceh untuk dipelajari oleh seluruh mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan.

Selain Saman, kesenian Aceh lainnya masuk dalam mata kuliah wajib fakultas adalah Seudati kedua mata kuliah ini di ISBI Aceh sebagai landasan dasar sekaligus sebagai identitas isntitusi yang membedakan dengan perguruan tinggi seni lainnya.

Dengan adanya beberapa mata kuliah berasal dari Gayo ini seharusnya menjadi perhatian khusus oleh masyarakat dan pemerintah di Gayo baik Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues. Selain mepersiapkan tenaga pengajar sudah seharusnya mengirimkan pelajarnya untuk kuliah di ISBI Aceh dibiayai oleh pemerintah. Karena melalui kuliah di perguruan tinggi seni nantinya seni budaya Gayo dapat dilestarikan dan dikembangkan secara global.

Saman memang sudah menajadi warisan dunia tak benda, namun apabila tidak didukung secara akademik maka kekhawatiran masyarakat Gayo kesenian ini akan mulai hilang ataupun tidak dapat dipertahankan identitasnya. Saman membutuhkan lembaga khusus untuk diteliti secara ilmiah dan dan dipelajari secara akademik, salah satunya di ISBI Aceh.

Berdasarkan penuturan Ketua Jurusan Seni Pertunjuakan Sabri, M.Sn mengatakan, sampai sekarang belum ada tenaga pengajar ahli dibidang Saman, sementara di semester akan datang ada mata kuliah ini di prodi Tari, Musik Nusatara dan Teater. Dalam waktu dekat pihak ISBI akan menemui Pemerintah Gayo Lues untuk meminta dosen Empu/Maistro (Ceh) Saman yang benar-benar mengerti tentang saman secara keilmuan dan prakteknya.

“Berdasarkan penelurusan kita belum ada lulusan sarjana seni maupun magister seni yang penelitiannya tentang Saman ataupun penciptaan seni idenya berangkat dari Saman. Apabila secara akademisi belum ada, maka kita harus mengambil dosen Empu yang memang sudah maistro Saman atau Syeh/Ceh Saman yang akan mengajar mata kuliah Saman di ISBI Nantinya. Dalam waktu dekat kita akan mengirimkan surat kepapa pemerintah Gayo Lues untuk menjadwalkan pertemuan pihak ISBI Aceh dengan Bupati terkait permintaan Dosen Empu mata kuliah Saman,” jelasnya.

Selain Saman mata kuliah seni budaya Gayo lainnya yang masuk dalam mata kuliah wajib di prodi ada mata kuliah Didong di prodi Musik Nusanatar dan Teater, kemudian mata kuliah Teganing di prodi Musik Nusantara dan Sebuku di Prodi Musik Nusantara. Untuk sementara ketiga mata kuliah ini diajar oleh dosen luar biasa Salman Yoga S. Selanjutnya Kerawang Gayo bagian sub pokok bahasan dalam mata kuliah ragam hias Aceh dan Umah Pitu Ruang bagian sub pokok bahasan mata kuliah arsitektur rumah adat Aceh.

(Win Ansar)

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.