Kutacane-LintasGayo.co : Ketua LSM Gerakan Barisan Rakyat Anti Korupsi (GeBRaK) Aceh Tenggara (Agara) Pajriansyah berang setelah mendengar kabar bahwa dokter yang menjabat Kepala Puskesmas Rawat Inap Lawe Perbunga tidak bekerja maksimal menjalankan tugasnya.
Didapati Puskesmas itu pada Senin (16/11/2015) pukul 11.30 wib tampak kosong dan tidak seorang pun petugas berada disana. Akibatnya, seorang pasien kecelakaan terpaksa dilarikan ke Puskesmas terdekat.
Dikatakan Pajriansyah pelayanan Puskesmas tersebut telah menciderai institusi kesehatan di Agara. Dia menambahkan, tingkah laku kepala Puskesmas harus ditindak tergas oleh atasannya.
”Dokter tersebut harus ditegur keras, dia juga telah mengkorupsi dugaan dana JKN, setelah itu korupsi waktu juga dilakukannya pada hari ini. Bagaimana mungkin pukul 11.30 wib Puskesmas sudah kosong ujar Pajriansyah,” kesal.
“Oleh karena itu, diminta kepada Bupati Agara melalui Kadis Kesehatan untuk meninjau kembali jabatan dr. Johanes Naibaho sebagai Kapala Puskesmas Rawat Inap Lawe Perbunga.
“Saya juga minta Kepada Kejari dan Aparat penegak hukum untuk menyelidiki dugaan penyelewengan obat-obatan yang dilakukan. Soalnya, telah terjadi indikasi korupsi dalam pengadaan obat di Puskesmas tersebut,” Pungkas Pajriansyah .
Terkait dengan hal tersebut, yang bersangkutan belum berhasil dihubungi untuk konfirmasi, namun Kadis Kesehatan melalui Sekretarisnya Selasa ( 17/11) mengatakan secepatnya akan memanggil Kepala Puskesmas tersebut, sebab perilakunya tidak sesuai dengan undang-undang yang berlaku dalam dunia kesehatan yang menyebabkan efek sangat negatif terhadap pasien yang hendak berobat. (Jubel)





