Guru dan Dosen Tingkatkan Keterampilan Sains Siswa

oleh

Konferensi Nasional PTKBanda Aceh-LintasGayo.co : Proses pembelajaran sains yang tidak dilengkapi dengan media, alat dan sumber belajar yang relevan sesuai dengan tuntutan kurikulum, mendorong guru dan dosen LPTK untuk berkolaborasi melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dalam peningkatan proses sains dalam pembelajaran IPA melalui penerapan investigasi kelompok siswa.

Untuk itu guru sekolah mitra LPTK dan dosen Unsyiah serta UIN Ar Raniry Banda Aceh melakukan penelitian bersama yang berfokus pada penerapan investigasi kelompok agar dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan peningkatan keterampilan proses sains siswa melalui penerapan investigasi kelompok siswa kelas VI di MIN Rukoh Kota Banda Aceh.

“Awalnya proses pembelajaran IPA, guru tidak menggunakan LKS yang dibuat sendiri dan kelihatannya siswa kurang antusias dalam kegiatan praktikum,” jelas Herda Linda yang juga guru SDN 16 Banda Aceh, sambil menambahkan pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pembelajaran IPA hanya mencapai 60% dari 34 siswa.

Sementara itu, Mawardi, dosen UIN Ar Raniry mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan dalan 2 siklus tersebut menghasilkan traktor pegas yang dirangkai sendiri oleh siswa. “Pada siklus 1 dengan 2 tindakan, kami melihat kemampuan siswa bertanya, diskusi dan membuat kesimpulan masih rendah,” kata Mawardi.

Mawardi mengakui bahwa guru cenderung melakukan evaluasi yang lebih bersifat kognitif dengan memberikan soal essay pada siswa. Pada siklus kedua, tim melakukan 3 kali tindakan dalam pembelajaran merangkai listrik sederhana.

“Dari hasil tersebut didapati siswa mengalami peningkatan dalam keterampilan proses sains untuk membuat perencanaan, pertanyaan, pengamatan, berkomunikasi, dan lebih baik dalam penyusunan laporan hasil kegiatan,” jelas Mawardi.

Didapati keterampilan proses sains siswa dapat ditingkatkan dengan penerapan model investigasi kelompok dan mengalami meningkat dari 38,23% pada siklus satu menjadi 91,18% pada siklus dua.

“Dari kolaborasi ini, kami menyimpulkan bahwa perencanaan dalam setiap kegiatan pembelajaran sains sangatlah penting,” ungkap Aisah, guru MIN Rukoh Banda Aceh. “Penelitian tindakan kelas yang berkolaborasi antar guru dan dosen, menghasilkan pola pembelajaran yang lebih baik bagi pencapaian tujuan yang lebih tepat sasaran,” katanya.

Hasil-hasil yang telah dicapai dalam PTK di Aceh tersebut, dipaparkan pada Konferensi Nasional Hasil Penelitian Tindakan Kelas Kolaborasi Guru dan Dosen, di Jakarta, Selasa (8/9). Pada acara konferensi nasional PTK yang dihadiri dosen-dosen perwakilan 16 LPTK dan guru-guru dari tujuh provinsi mitra USAID PRIORITAS itu, membahas berbagai temuan dan hasil penelitian yang berhasil memecahkan masalah-masalah pembelajaran di kelas.

USAID PRIORITAS memfasilitasi tenaga pendidik yakni dosen dan guru untuk berkolaborasi mencari solusi pembelajaran lewat penelitian tindakan kelas. Menurut penasehat pembelajaran USAID PRIORITAS, Lynne Hill, kerja sama dosen dan guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian bersama, dapat menjadi solusi untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran. Beberapa hasil penelitian lain dari tujuh provinsi mitra USAID PRIORITAS juga disampaikan dalam konferensi nasional pada hari ini untuk memperkaya hasil penelitian yang menjadi rekomendasi perbaikan mutu pembelajaran di kelas.

(Ril)

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.