SEBELUM wafat, Tokoh Gayo Iklil Ilyas Leube seperti memberi sinyal kepada masyarakat Gayo dan sanak keluarga. Pada perehelatan halal bilhalal 26 Juli 2015 di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon misalnya, berpakaian putih dengan wajah yang cerah, membuat sebagian kalangan tersentak, penampilan yang bertolak belakang dari kebiasaan Iklil sebenarnya.
“Belakangan beliau mengaku lebih enakan setelah berobat ke Teungku di daerah To’a,” kata Daman, sosok setia yang terus mendampingi Alm Iklil Ilyas Leube kepada LintasGayo.co di perjalanan dari Banda Aceh ke Banda Lampahan menggunakan mobil pribadi Xtrail yang mengantarnya ke Banda Aceh, Jum’at dini hari 31 Juli 2015.
Iklil berangkat ke Banda Aceh menggunakan mobil Xtrail bersama Daman, Iklas, dan Ibunda tercinta Hj Selamah binti Salihin Rabu 29 Juli 2015 dini hari sekitar pukul 01:00 WIB dari Bandar Lampahan, malam sebelumnya mereka beranjak dari Takengon dan mampir di Bandar Lampahan.
Diperjalanan Iklil memilih duduk disebelah Ibunda di belakang, sementara Daman menyetir dan Ikhlas berada disebelahnya. Duduk bersama Ibunda tidak pernah terjadi sebelumnya.
Diperjalanan kejadian anehpun mungcul, kejadian yang nyaris merengut jiwa. Kendaraan yang di setir Daman secara mendadak mati di jalan Banda Aceh-Medan di daerah sebelum sampai ke Saree. Lantas dihentikan sejenak, distart kembali dan hidup. Hanya kali ini Iklil turun dan minta dirinya yang mengemudi.
Sekira jelang subuh, di daerah Seulawah, mobil yang berkecepatan sedang di sebuah tikungan, mengalami oleng luar biasa. Ibunda, Daman, dan Ikhlas bertucap keras Lailahailallah, mobil oleng berkali-kali hingga di tepi jalan–ada tembok penopang tanah, sekira 1 jenkal lagi, mobil terhenti mendadak.
Daman menawarkan diri supaya dirinya yang menyetir, kembali Iklil menolak, dan lantas melanjutkan perjalanan sampai ke Hotel Penemas Banda Aceh, kamis sekitar pukul 7:30.
Menjelang istirahat di hotel Penemas tersebut, kepada Daman dan Ikhlas Iklil meminta izin istirahat di kamar untuk menemani sang ibunda. Tidak ada yang tahu, cerita Ibu dan anaknya.
Selepas mahgrip, Ikhlas membeli makan Keluar hotel. Setelah itu, sekitar pukul 19:30 Iklil berangkat untuk melakukan Chek up karena keesokannya (jum’at) Iklil dan Ibunda akan melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur.
Selepas Check Up, mereka kembali ke hotel namun sekitar pukul 20:30–atau sekitar 500 m sampai ke Hotel, almarhum mengeluh sakit, dan bahkan sempat berucap apabila sakitnya kali ini berbeda dari biasanya.
Sampai di hotel Iklil di papah Daman dan Ikhlas ke kamar dan diberikan oksigen untuk pernafasannya, namun tidak direspon lagi. Seraya berdiri Iklil terus berucap Ashaduanlaillahaillallah Wa’ashaduana’muhammadurrasulullah.
Sempat Daman menawrkan almarhum duduk, namun Iklil menolak dan tetap berdiri, hingga akhirnya Ikhlil terdiam. Melihat kondisi itu, lantas Almarhum dilarikan ke Rumah sakit Zainal Abidin, namun tak tertolong lagi, Iklil Inim Bin Ilyas Leube pun menemui sang Khalik, Innalillahiwa’innalillahiraji’un…(tarina)





