Takengon Mekar tak Ganggu Perjuangan ALA

oleh
Syukur Kobath. (LGco_Khalis)
Syukur Kobath. (LGco_Khalis)
Syukur Kobath. (LGco_Khalis)

Takengon-LintasGayo.co : Wacana pemekaran Kota Takengon yang mulai terdengar kembali akhir-akhir ini tidak akan mengganggu perjuangan pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA), demikian disampaikan Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3ALA) Kabupaten Aceh Tengah, Syukur Kobath kepada LintasGayo.co, Jum’at 19 Desember 2014 di Takengon.

Menurut mantan Rektor Universitas Gajah Putih Takengon ini, pemekaran Kota Takengon akan menjadi keuntungan dari perjuangan pemekaran Provinsi ALA. “Siapa bilang merugikan perjuangan ALA, tidak benar itu. Malah menguntungkan,” ujarnya.

Ditambahkan, jangankan pemekaran Kota Takengon, pemekaran kampung dan kecamatan pun sangat menguntungkan perjuangan ALA. “Jika persyaratan untuk memekarkan kampung, kecamatan atau bahkan Kota Takengon sudah sesuai aturan tentu itu akan menguntungkan,” ucapnya.

Diceritakan mantan Ketua DPRK Aceh Tengah periode 2004-2009 ini, pada saat dirinya menjabat sebagai ketua di DPRK wacana pemekaran Kota Takengon sebenarnya sudah mencuat.

“Waktu itu diwacanakan Kecamatan Bebesen dimekarkan dan Lut Tawar juga. Namun ada yang tidak setuju dengan pemekaran Kecamatan Bebesen. Saat itu nama kecamatan nya pun sudah disebut-sebut dengan nama Kute Beranang,” kenang Syukur Kobath.  Syarat untuk memekarkan Kota Takengon harus memiliki lima kecamatan, timpalnya.

Dilanjutkan juga, ada beberapa wilayah di Kabupaten Aceh Tengah yang harus dimekarkan suatu saat, namun saat ini yang sudah layak adalah Kota Takengon. “Dimasa saya menjabat ketua DPRK Aceh Tengah, ada beberapa grand design pemekaran kabupaen, diantaranya Kecamatan Bintang dan kawasan Linge menjadi satu kabupaten dan Silih Nara satu kabupaten, namun persyaratannya belum tercapai. Kota Takengon lah yang sudah pantas untuk dimekarkan,” kata Syukur Kobath.

Ditanya alasan kenapa Kota Takengon harus dimekarkan, Syukur Kobat menjawab hal tersebut sangat mendesak. Selain persyaratan pemekaran sudah layak, ditambah lagi tidak seriusnya Pemkab Aceh Tengah saat ini mengurusi Kota Takengon.

“Kita lihat saja sampah tidak terkelola dengan baik, penataan kota yang semrawut dan Danau Lut Tawar yang kian memprihatinkan. Jadi untuk mengatasi permasalahan ini diperlukan pemerintahan kota yang fokus mengurusi Kota Takengon,” demikian Syukur Kobath.

(Darmawan Masri)

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *