
Takengon-LintasGayo.co : Populasi kuda Gayo saat ini diambang kritis karena populasi di tiga kabupaten di Aceh, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues jauh di bawah angka aman.
Demikian diungkap Kabid. Produksi pada Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Provinsi Aceh, Drh. Amiruddin.S saat menyampaikan paparannya dihadapan Bupati Aceh Tengah, Kamis 11 November 2014 di Takengon terkait terbitnya Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian, Suswono tentang Penetapan Rumpun Kuda Gayo pada tanggal 13 Oktober 2014 lalu.
“Dari data yang kami peroleh, jumlah populasi Kuda Gayo yang ada di 3 kabupaten di dataran tinggi Gayo hanya 1685 ekor dengan jumlah terbanyak di Aceh Tengah, disusul Gayo Lues dan paling sedikit di Bener Meriah,” kata Amiruddin.
Dan menurut pakar ternak kuda di Indonesia, Profesor Prabowo, lanjut Amiruddin, jumlah ini sudah masuk dalam kategori kritis. “Jumlah yang aman dan idealnya agar populasi Kuda Gayo diatas 10.000 ekor,” kata dia.
Ansipasi kepunahan plasma nutfah Kuda Gayo, kata Amiruddin diperlukan penanganan khusus sehingga plasma nutfah yang sudah diakui secara nasional dan internasional terhadap Kuda Gayo tidak justru hilang dari permukaan bumi.
“Perlu penangkaran yang dikelola secara baik, sehingga kuda Gayo tetap eksis dan terjaga kelestariannya. Upaya ini dapat dilakukan dengan kerjasama Pemerintah Pusat, Provinsi dan Pemerintah kabupaten tempat sebaran Kuda Gayo berada,” ujarnya.
Selain penangkaran, lanjutnya, baik juga dibentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) yang khusus menangani Kuda Gayo.
“Di Penangkaran atau di UPTD dilakukan pemeliharaan kuda Gayo yang terpilih keasliannya sebagai Kuda Gayo. Dilakukan penanganan khusus sehingga turunannya berkualitas baik,” kata Amiruddin.
Dan untuk tahun 2015, salah satu bentuk upaya pelestarian Kuda Gayo, Aceh Tengah sudah ditetapkan sebagai tuan rumah Expo Ternak se-Aceh, Kuda Gayo untuk pertama kalinya akan disertakan dalam kontes ternak Kuda Gayo dengan peserta 3 kabupaten. Demikian Kabid Produksi di Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Provinsi Aceh, Amiruddin.
Menanggapi paparan Amiruddin, Bupati Aceh Tengah merespon usulan pembentukan Penangkaran atau UPTD Kuda Gayo tersebut. “Kondisi ini perlu penanganan dan kepada pihak terkait agar segera merencanakan apa-apa yang perlu ditempuh agar Kuda Gayo tidak punah,” tandas Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin,MM. (Kh)





