Seknas Jokowi Malaysia dan Pusat gelar diskusi interaktif

oleh
20140908_174106
Foto (ist)

Jakarta-LintasGayo.co : Seknas Jokowi Malaysia bekerjasama dengan Seknas Pusat menyelenggarakan kegiatan diskusi interaktif pada 8 September 2014 di Sekretariat Seknas Pusat Jl. Brawijaya Raya No.35 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para relawan Jokowi-Jusuf Kalla yang tergabung di dalam Seknas Jokowi, Jurnalis, aktivis perempuan maupun masyarakat umum lainnya. Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Abdullah Sumrahadi, beliau merupakan dosen Industri Kreatif di Universiti Utara Malaysia (UUM) sekaligus sebagai Penasehat Seknas Jokowi Malaysia. Acara tersebut juga dimoderatori oleh Sabela Gayo (Kandidat PhD Universiti Utara Malaysia) yang juga sekaligus menjabat sebagai Koordinator Seknas Jokowi Malaysia.

Dalam diskusi tersebut terungkap beberapa pointer penting yang harus dilaksanakan dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang inovatif dan kreatif. Menurut Dr. Abdullah, Inovasi jangan hanya diartikan dengan kata ‘teknologi”, “transfer teknologi” atau “sumber daya alama” semata. Inovasi merupakan keseluruhan proses aktivitas manusia itu sendiri dimana faktor terpenting dalam inovasi itu adalah manusia itu sendiri, demikian diuangkapkan oleh beliau.

Beberapa data menyebutkan bahwa Indonesia menempati peringkat 50 sebagai negara yang inovatif. Hal tersebut merupakan peringkat terendah jika dibandingkan dengan negara  ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia, Thailand atau Filipina. Walaupun beberapa perangkat untuk mendukung program inovasi di Indonesia sudah tersedia seperti Daftar Potensi Inovasi Indonesia (DPII) dan Sistem Inovasi Nasional (SIN). Bahkan, Komite Inovasi Nasional (KIN) juga sudah dibentuk dan berada di bawah Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia, namun keberadaan perangkat itu belum mampu mendongkrak peringkat Indonesia sebagai negara yang inovatif baik di kawasan ASEAN maupun dunia.

Beliau menambahkan bahwa kegiatan inovasi harus terintegrasi dan berkelanjutan (integrated and sustainable) dan dilaksanakan dengan metode Kemitraan antara Publik-Swasta (Public-Private Partnership) atau yang juga dikenal dengan konsep Triple Helix (Universitas, Pemerintah dan Masyarakat). Selanjutnya, pelaksanaan kegiatan inovasi dapat dilaksanakan dengan strategi Program Penyelarasan Pemerintah/Government Alignment Program dan Kegiatan Ekonomi berbasis Pengetahuan/Knowledge based Economic. Oleh karena itu maka beliau menyampaikan bahwa konsep pemerintahan inovatif ini selaras dengan konsep revolusi mental yang dikampanyekan oleh Pak Jokowi.

Kemudian, ada 2 (dua) contoh nyata dari penyelenggaraan pemerintahan yang inovatif yaitu pertama, dengan cara menawarkan konsep investasi sosial/social investmentkepada masyarakat agar mereka terlibat dalam proses pembangunan. Sebagai contoh jika ada pembangunan jalan/gedung/infrastruktur publik lainnya maka tanah masyarakat yang terkena dampak proyek tersebut tidak diganti-rugi oleh pemerintah, namun dijadikan sebagai bagian dari investasi masyarakat dalam pelaksanaan proyek itu. Sehingga kepemilikan proyek pembangunan tersebut menjadi kepemilikan publik dan akhirnya akan memberikan dampak positif dalam memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Kedua yaitu inovasi di bidang keuangan (financial innovation) dengan menawarkan skema kredit perbankan dengan jangka waktu pinjaman yang lebih lama seperti yang sudah lama diterapkan di Malaysia, misalnya jangka waktu kredit kepemilikan rumah sampai dengan 45 tahun dan skema kredit kepemilikan mobil sampai dengan 15 tahun.

Inovasi-inovasi yang demikian akan mendorong percepatan pembangunan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya beli masyarakat sembari pemerintah membenahi sistem administrasi kependudukan sehingga tidak ada kekhawatiran dari perbankan untuk menyalurkan kredit kepada masyarakat. Di akhir paparannya, beliau menyampaikan bahwa pemerintahan inovatif merupakan bentuk pemerintahan yang responsif, tanggap dan cepat dalam mengambil kebijakan untuk mengeksekusi suatu program pemerintah. Kemudian Sabela Gayo menyampaikan bahwa Seknas Jokowi Malaysia juga sedang menyusun buku yang berjudul Peta Jalan Membangun Kemandirian Indonesia, rencananya buku tersebut akan dicetak pada bulan September 2014 ini dan akan diserahkan langsung kepada Bpk Jokowi dan Tim Transisi pada tanggal 24-28 September 2014 pada saat acara Jambore Seknas di Bogor nanti.

[] Realese | DM

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.