Kuta Cane-LintasGayo.co: Kuta Cane-Wakil Gubernur Aceh Muzakir dan rombongan membahas perkembangan proyek yang bersumber dari dana APBA bersama Bupati Aceh Tenggara Hasanuddin B di Pendopo Bupati Aceh Tenggara, Rabu (3/9/2014) kemarin.
Wagub Aceh dalam sambutan menyampaikan harapannya kepada pemerintah Aceh Tenggara untuk memperhatikan dan memperbaiki kualitas mutu pembangunan.
“Dari hari ke hari, dari tahun ke tahun, setiap kali kita melakukan
kunjungan kerja seperti sekarang ini, kita selalu mendapatkan permasalahan yang sama. Bangunan yang baru selesai di Aceh selalu saja terdapat permasalahan klasik seperti pintu susah dibuka, plafon yang bocor di bagian ujung-ujungnya dan lantai yang turun. Hal ini tentu saja terjadi karena proses pengerjaan yang tidak dilakukan secara baik,” kata Mualem.
Wagub juga menyampaikan dukungannya terhadap perencanaan beberapa
program yang telah direncanakan Bupati Aceh Tenggara.
“Sangat baik perencanaan yang telah disusun oleh Bupati, karena dimasa depan kita memang harus mampu memutus ketergantungan kita dengan Sumatera Utara. Hal tersebut sangat baik, karena tentu saja dapat membuka lapangan kerja baru di Aceh.”
Dalam kesempatan tersebut Wagub juga menyampaikan, saat ini Pemerintah Aceh mendapat dana hibah dari salah satu NGO di Switzerland. Menurut Wagub NGO tersebut menjanjikan untuk membangun rumah dhuafa sebanyak 105 ribu unit rumah.
“Insya Allah, dengan bantuan tersebut pada tahun 2017-2018, Aceh akan
terbebas dari kaum dhuafa yang tidak memiliki rumah,” harap Mualem.
Mualem juga menjelaskan, untuk kaum dhuafa nantinya akan di bangun rumah yang tahan gempa hingga kekuatan 9,5 skala richter. Masing-masing rumah nantinya akan terdiri dari tiga kamar, kamar mandi dan ruang makan serta ruang tamu. Rumah tersebut juga akan menggunakan tenaga matahari untuk kebutuhan energy rumahnya.
Mualem tiba di Kutacane setelah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Kabupaten/kota di Aceh guna memantau perkembangan proyek yang bersumber dari APBA dan Otsus.
Sementara Bupati Sanu–sapaan akrap bupati Aceh Tenggara– menerangkan beberapa program APBA yang sudah berjalan dan yang masih tahap perencanaan.
“Semua proyek sudah berjalan sesuai dengan target. Diantaranya rencana pembuatan jalan terowongan dan pabrik pakan ternak,” kata Sanu terkait pemakaian dana otsus.
Jalan terowongan merupakan jalan bawah tanah yang menghubungkan Aceh Tenggara dengan Kabupaten Langkat Sumatera Utara.
Bupati Sanu juga menjamin semua proyek akan selesai sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
“Sekali lagi kami garansikan bahwa semua proyek yang bersumber dari dana otsus telah kami laksanakan dengan baik,” kata Sanu.
Bupati juga menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara selain membangun rumah dhuafa juga membangun kios kaum dhuafa. Kios tersebut diberikan kepada kaum dhuafa untuk membantu mereka memperbaiki perekonomian mereka.(tarina/rilis)





