
Takengon-LintasGayo.co: Akibat kemarau panjang sejak beberapa bulan terakhir, wilayah Aceh Tengah dilanda krisis air. Akibatnya, warga mendesak pemerintah untuk segera mendapatkan solusinya.
“Dari tahun ke tahun persoalan air belum bisa ditangani dengan maksimal oleh pemerintah daerah Aceh Tengah maupun pihak instansi terkait,” kata Aramiko Aritonang, ketua Ormas Taruna Merah Putih Provinsi Aceh (TMP-PA), Rabu lalu (6/8) di Takengen.
disebutkan, kondisi rakyat yang kian kesulitan air disetiap musim kemarau, seharusnya pihak terkait mencari solusinya, bagaimana mencukupi kebutuhan suplai air bagi penduduk. Sehingga masalah ini tak menjadi keluhan warga.
Direktur PDAM TirtaTawar Aceh Tengah M.Daud ketika konfirmasi mengakui di saat musim kemarau panjang, sejumlah kampung mengalami kekurangan air. Namun tanggungjawab pihaknya hanya menaungi 4 kecamatan di seputar kota.
“Saat ini peran PDAM TirtaTawar hanya menangani kebutuhan air di Kecamatan Lut Tawar, Pegasing, Bebesen dan Kebayakan. Selebihnya (8 kecamatan lain) bukan wewenang kami,tapi dikelola langsung oleh masyarakat secara swakelola dibawah naungan Pemda atau pihak kecamatan,” katanya.
Kata M Daud, saat ini suplai air dilakukan melalui dua cara, sumber pompanisasi dan grafitasi. Namun karena kapasitas air berkurang, adakalanya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di sebagian tempat, terpaksa dilakukan pengiriman air ke rumah warga dengan menggunakan mobil tanki seperti di Kp.Nunang Antara, Bebesen misalnya,” ungkapnya. [] beritasore







