Redelong-LintasGayo.co : Saat ini Gayo cukup dikenal dengan tanaman Kopi Arabika, bahkan dengan produk unggulan rakyat Gayo ini nama Gayo kian mendunia. Terlepas dari kopi Gayo, Pemda Bener Meriah, belakangan ini mencanangkan komoditi kentang (Solanum tuberosum L.). merupakan produk anternatif kedua bagi petani di daerah kawah Burni Telong itu.
Bupati Bener Meriah Ir. Ruslan Abdulgani, Dipl.SE, selepas meninjau lahan tanaman kentang beberapa bulan terakhir di empat wilayah kecamatan di Bener Meriah, optimis bahwa produk ini mampu memberikan nilai tambah bagi petani dalam proses percepatan kesejahteraan masyarakat setempat. Karena selain lahan tersedia, potensi alam dan kemauan masyarakat taninya berusaha disektor tanaman horticultura ini, menginspirasi mantan Kepala Otoritas Kawasan Sabang (KS) menyakini bahwa Bener Meriah kedepan, akan terkenal dengan tanamannya selain kopi adalah komoditi kentang, kata Ruslan.
Salah satu mitra Pemerintah disektor pengembangan komoditi tanaman Kentang adalah Koperasi GayoLand yang berkantor Pusat di SP. Tiga Redelong. Cikal bakal mitra pemerintah Bener Meriah ini telah berniaga kentang secara tradisional lebih kurang 12 tahun namun dalam bentuk skala kecil melalui usaha dagang Sara Langit.
Pengurus Koperasi GayoLand Yuswar (34) kepada LintasGayo.co, Kamis (1/1/14) di Redelong mengatakan bahwa usaha yang dirintis oleh UD Sara Langit mepukan cikal bakal dari terbentuknya Koperasi GayoLand dimana dalam (Rapat Anggota) kepengurusan perdana dipercayakan kepada Marwanto sebagai ketua, Desi Mawati, SPd Sekretaris dan dirinya Yuswar dipercaya menjabat Bendahara.
Koperasi yang berbasis 25 kelompok tani kentang ini tersebar di empat kecamatan yakni kecamatan Bukit, Permata, Bandar dan Bener Kelifah, katanya.
Disinggung prosfek pemasaran kentang selama ini Yuswar menyebutkan bahwa untuk satu bulan terakhir yakni Desember 2013, kentang yang berhasil dipasarkan melalui Koperasi GayoLand sebanyak 400 ton, atau rata-rata 15 ton per- harinya. ” Kami memasarkan kentang dari Bener Meriah ke Banda Aceh dan Medan itu per-hari 15 ton, bila cuaca mendukung bisa saja lebih ” jelas Yuswar.
Menanggapi upaya pemerintah Bener Meriah mencanangkan Kentang menjadi produk unggulan kedua setelah kopi di Bener Meriah, Yuswar mengaku sangat setuju dengan program tersebut, selain dapat meningkatkan PAD juga dapat dijadikan pengganti kebutuhan pokok setelah beras dan jagung, hal ini akan mendukung program pemerintah pusat dalam rangka swasembada pangan Nasional, disamping akan membuka peluang kerja dan kesempatan berusaha bagi masyarakat, imbuhnya.
Yuswar berharap kepada pemerintah Bener Meriah tidak setengah hati mewujudkan program ini, karena petani kita ketika harga kopi turun tidak memiliki usaha anternatif lain kecuali mengembangakan tanaman horticultura, seperti kentang, kol, cabe, wortel dan bawang , jelasnya. Ia, juga mengahapkan agar pemerintah melalui instansi terkait lebih proaktif mendukung gerakan tanam kentang di bumi Bener Meriah ini, pintanya. (Rahman)





