Juknis Resam Munoling akan Dibakukan

oleh
Iring-iringan warga Toweren menuju lokasi pesta panen padi beberapa waktu lalu. (LGco_Khalis)
Iring-iringan warga Toweren menuju lokasi pesta panen padi
Iring-iringan warga Toweren menuju lokasi pesta panen padi

Takengon | Lintas Gayo : Sejumlah kategori penilaian di ajang festival Panen Padi “Resam Munoling” 2013 mulai dicoba dibakukan oleh dewan juri di ajang tersebut. Seperti dikatakan salah seorang panitia, Khalisuddin event budaya panen padi khas Gayo itu, di Takengon, Kamis (4/7/2013).

“Saat penyelenggaraan Resam Munoling tahun 2012 lalu dewan juri gagal menentukan tim mana yang juara akibat tidak adanya standar penilaian yang jelas, akhirnya 4 tim yang turut serta terpaksa disamakan nilainya, alias draw. Dan tahun ini kita mendesak para juri yang terlibat untuk berani membakukan kriteria penilaian,” kata Khalisuddin.

Dijelaskan, ketidakjelasan standar penilaian dikarenakan saat itu masih penjajakan apakah Resam Munoling layak layak diperlombakan dan saat itu para pakar budaya Gayo masih menginventarisir apa-apa saja yang dinilai.

“Semangat Resam Munoling tahun lalu mengharuskan kita untuk menstandarkan kategori penilaian, mana yang paling Gayo maka itulah yang menang,” tukas Khalis.

Selanjutnya menurut salah seorang juri lomba, Muhammad Yusin Saleh, item-item yang dilakukan dalam Resam Munoling tidak sulit untuk dibakukan dan makin sempurna jika agenda tersebut terus dilakukan setiap tahunnya.

“Syukurlah, sudah dua kali acara ini digelar, sendi-sendi budaya dalam Resam Munoling masih bisa diselamatkan dari kepunahan. Bersama rekan-rekan akan mencoba membukukan petunjuk teknis perlombaan ini,” janji Yusin yang juga pengurus Majelis Adat Aceh Nenggeri Gayo (MAANGo) ini.

Adapun yang menjadi anggota tim juri dalam festival Resam Munoling tahun 2013 ini diantaranya Ahmad Banta, M. Thaib KB dan M. Yusin Saleh sendiri. Mereka dibantu oleh Harmala, Nita Diana, Mukhlis Muhdan Bintang dan Zuliana Ibrahim.

Sementara di tahun 2012 lalu, ada Mustafa AK yang beberapa bulan kemudian meninggal dunia, Ahmad Banta, Salman Yoga serta Rahmawati Djauhar Ali.

Seperti diberitakan sebelumnya, Minggu 30 Juni 2013 lalu telah berlangsung festival panen padi “Resam Munoling” di kampung Toweren Kecamatan Lut Tawar. Event ini berlangsung meriah. (LG003)

 

 

 

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *