Susilawati : Kisruh BST, Orang 4 Tahun Wafat Juga Terima, Aparat Kampung Jadi Sasaran Kemarahan Warga

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Anggota DPRK Aceh Tengah, Susilawati, mengatakan bahwa saat ini hampir di setiap kampung terjadi kisruh terkait data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Menurutnya, kisruh pun tak terhindarkan terkhusus bagi penerima BST. Menurut anggota Komisi C DPRK Aceh Tengah ini, tak pelak Reje dan Aparat Kampung jadi sasaran kemarahan warga.

“Mengapa tidak BST yang datanya diterbitkan Kementerian Sosial, seperti tidak up to date. Orang yang meninggal 4 tahun juga masih terdata sebagai penerima BST itu,” katanya kepada LintasGAYO.co, Selasa 19 Mei 2020.

“Kami melihat, datanya sudah cukup lama, tidak ada yang terbaru, bahkan ada yang sudah mampu tapi masih menerima bantuan itu,” tambahnya.

Menurut politisi PKS Aceh Tengah ini, tidak mungkin data penerima itu merupakan data terbaru, karena Reje Kampung juga tak akan mungkin memasukkan warga yang sudah meninggal dunia.

“Kalau datanya terbaru, maka dengan otomatis bantuan itu akan tepat sasaran, kami rasa di zaman canggih ini bukanlah hal yang sulit bagi siapapun untuk mengirimkan data terbaru dari masing-masing desa,” tegasnya.

“Akibat data yang tidak valid itu, Reje dan Aparat Kampung yang jadi korban ketidakpercayaan masyarakatnya. Saya berharap Kemensos dapat memperbaiki data itu, agar konflik di masyarakat tidak lagi terjadi,” tambahnya.

Ia pun menyoroti, penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa. “Apakah, datanya up to date, jika iya maka potensi konflik akan dapat terhindar. Jika tidak, maka itupun akan menjadi sasaran kemarahan warga,” demikian Susilawati.

[Darmawan]

Comments

comments