Teruntuk Rekan Medis Covid 19 di Aceh

oleh

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Meski saya di Jakarta, pikiran dan hati terpaut erat dengan tanoh kelahiran, Aceh.

Apalagi disaat Aceh ikut terpapar corona virus atau Covid 19. Panggilan kemanusiaan mengaduk-aduk keinginan untuk segera pulang.

Sebelumnya, panggilan kemanusiaan untuk ikut turun tangan di Jakarta bersama tim medis Covid 19 lainnya, juga sempat mengaduk-aduk hati.

Perasaan baru tenang ketika melihat fakta bahwa bukan hanya pasien Covid 19 yang membutuhkan uluran tangan tim medis, dan bismillah saya bertetap hati membantu warga di bidang medis lainnya.

Tapi bagaimana hati tidak sedih, ketika menemukan kampung sendiri makin bertambah ODP nya dan sudah ada yang meninggal.

Saya membayangkan, dengan tim medis terbatas di Aceh bagaimana menghadapi keadaan jika tiba-tiba ODP menjadi PDP dan positif?

Pasti Aceh membutuhkan tenaga medis tambahan, pasti tim medis disana gelisah, dan bisa jadi takut, apalagi jika benar mereka berkerja dengan keterbatasan APD dan Masker.

Tapi, hendak pulang kampung, dalam keadaan begini, juga bukan solusi sebab Covid 19 bisa saja menempel di tubuh saya dalam perjalanan pulang. Niat ingin membantu, malah saya menjadi ODP dan lainnya.

Tapi, begitu membaca surat cinta Plt Gubernur Aceh untuk tim medis Covid 19 di Aceh saya terharu, karena isinya tidak hanya mengandung komitmen kerja bagi tim medis, tapi juga memiliki nilai kolektif agar cobaan ini kita hadapi bersama.

Pun saya juga lega, khususnya ketika membayangkan wajah rekan-rekan medis saya di Aceh.

Kawan-kawan medisku sekalian, mari kita dedikasikan diri kita dengan berkerja dengan baik, ikhlas dan tawakal kepada Allah SWT. Bukankah sebaik-baik penjamin itu adalah Allah SWT?

Hadirnya surat cinta dari Plt Gubernur Aceh untuk kalian adalah buah dari doa kita semua sehingga Allah gerakkan tangan pemimpin untuk menegaskan komitmennya kepada kalian/kita semua.

Dari Jakarta saya juga ikut mendoakan kalian, semoga selalu sehat, dijauhkan dari gelisah, dan senantiasa dikuatkan iman, shalat dan sabar kita, sebab bagi orang beriman hadirnya wabah bukan musibah melainkan ujian yang harus kita hadapi dengan kesabaran.

Kawan-kawanku sekalian, jagalah negeri kita bersama, Aceh.

Salam
Jakarta, 1 April 2020
Asnidar

Comments

comments