Sara Sagi Terbaru Wisata

Pelipen, Start Point “Mulipe” Masa Kini


Catatan : Fauraria Valentin*

Pelipen, sebuah kata yang asing ditelinga dan menarik perhatian. Kata ini menjadi nama cafe yang berlokasi di Jalan Takengon-Isaq komplek SD.13 Bebesen Kampung Pendere Saril.

Tentu tak kulewatkan kesempatan bertanya langsung kepada pemilik cafe tentang pemilihan nama ini. Jawaban yang ku peroleh jauh dari yang bisa bayangan.

Diceritakan, aktivitas masyarakat Kampung Pendere mengharuskan mereka untuk melewati aliran sungai Peusangan menuju desa seberang.

Belum ada jembatan ketika itu, sehingga membuat mereka tidak punya alternatif lain selain menyeberangi sungai.

Kegiatan menyeberangi sungai ini disebut dengan mulipe dalam bahasa Gayo. Dan pelipen kemudian diartikan sebagai tempat mulipe atau tempat penyeberangan.

Tempat ini dipilih karena air yang cukup dangkal dan memungkinkan untuk melakukan penyeberangan.

Istilah mulipe, dulunya sangat akrab di pendengaran masyarakat Gayo terutama yang hidup di sekitar sungai. Namun, seiring perkembangan zaman, maka kegiatan melipen tidak lagi dilakukan. Karena jembatan untuk penyeberangan sudah di bangun untuk memudahkan penyeberangan sungai.

Akhirnya bisa tahu dan paham dengan istilah yang coba dilestarikan melalui nama cafe milik kak Eva Sastri ini. Tempat nongkrong yang mengusung kenyamanan dalam kesederhanaan dengan penawaran plus-plus, karena pemilik juga menyediakan sudut baca dan galery karya. Ada banyak souvernir juga yang disediakan di sana.

Selain itu, tempat ini juga menjadi start point untuk arung jeram milik Koperasi Wisata Alam Gayo dengan grade 2 – 3+ dari Pendere sampai Lukub Badak.

Sekarang, untuk melewati sungai, tidak perlu lagi mulipe karena jembatan sebagai akses jalan sudah dibangun. Namun jika masih ingin menikmati mulipe masa kini, Anda bisa menguji adrenalin dengan mengarung jeram bersama Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Aceh Tengah.

*Penulis adalah Ketua Divisi Kaderisasi di Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Takengon dan founder Sahabat Safar

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *